BENUANTA – Misi sapu bersih poin di kandang berhasil dituntaskan dengan sempurna oleh PERSIB Bandung. Skuad Maung Bandung sukses menekuk perlawanan sengit PSIM Yogyakarta dengan skor tipis 1-0 pada laga pekan ke-31 Super League 2025/26 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Senin (4/5/2026).
Kemenangan super krusial ini memastikan posisi armada Bojan Hodak semakin kokoh di puncak klasemen. Dengan tambahan tiga poin, PERSIB kini mengoleksi 72 poin dari 31 pertandingan, terus menjaga jarak aman dari ancaman para rival yang menguntit di bawahnya.
Gol Kilat Jadi Penentu
Tampil di hadapan pendukungnya sendiri, tuan rumah langsung menggebrak sejak peluit mula dibunyikan oleh wasit asal Jepang, Yudai Yamamoto. Pertandingan baru berjalan dua menit, GBLA langsung bergemuruh menyambut gol pembuka keunggulan.
Tandukan tajam Patricio Matricardi sukses mengoyak jala gawang PSIM. Siapa sangka, gol kilat di menit-menit awal tersebut menjadi satu-satunya gol yang tercipta dan menjadi penentu kemenangan Maung Bandung di laga ini.
Drama VAR Hingga Gangguan Tribun
Memasuki babak kedua, jalannya pertandingan berubah menjadi jauh lebih menegangkan dan penuh drama. Pada menit ke-51, publik GBLA sempat menahan napas ketika wasit Yudai Yamamoto memutuskan untuk meninjau Video Assistant Referee (VAR).
Pengecekan dilakukan untuk melihat potensi tendangan penalti usai ujung tombak PERSIB, Ramon “Tanque” De Andrade Souza, terlibat duel keras di dalam kotak penalti. Namun, berdasarkan hasil pantauan VAR, wasit memutuskan tidak ada pelanggaran yang terjadi.
Hanya berselang tiga menit (54′), pertandingan terpaksa dihentikan sejenak menyusul adanya gangguan dari arah tribun penonton. Beruntung, panitia pelaksana dan pihak keamanan sigap mengendalikan situasi sehingga laga dapat kembali dilanjutkan.
Gempuran Menit Akhir di Bawah Hujan Deras
Menjelang sepertiga akhir pertandingan, cuaca di atas langit GBLA memburuk dan hujan deras mulai mengguyur lapangan. Situasi ini membuat aliran bola PERSIB sedikit tersendat, yang justru dimanfaatkan oleh PSIM untuk balik menekan tuan rumah secara bertubi-tubi.
Merespons tekanan lawan, pelatih Bojan Hodak mencoba menyegarkan skuad dengan melakukan sejumlah pergantian taktis. Andrew Jung lebih dulu masuk menggantikan Ramon Tanque, disusul oleh masuknya Eliano Reijnders, Marc Klok, dan Saddil Ramdani pada menit ke-78.
Di masa injury time yang mencapai enam menit, PSIM terus mengurung pertahanan PERSIB melalui skema tendangan sudut dan bola mati. Beruntung, penampilan luar biasa kiper Teja Paku Alam—yang hari ini merayakan laga ke-100 nya bersama PERSIB—ditambah solidnya barisan pertahanan sukses menjaga clean sheet hingga peluit panjang berbunyi.



