BENUANTA – Pembinaan prestasi olahraga di Kalimantan Timur kini bersiap meninggalkan cara lama yang konvensional. Pemerintah daerah mulai mendorong penerapan pendekatan ilmiah dan integrasi data sebagai fondasi utama mencetak atlet unggulan.

Langkah transformasi ini dimatangkan melalui forum pertemuan strategis lintas sektor di Samarinda. Perumusan arah baru tersebut melibatkan unsur pemerintah daerah beserta komite olahraga nasional dan lembaga kajian terkait.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Timur Rasman Rading meminta seluruh pihak menyusun peta jalan prestasi yang jelas. Pembinaan dari usia dini hingga pemanfaatan ilmu pengetahuan olahraga wajib dijalankan secara beriringan.
“Semua harus berjalan dalam satu kesatuan tujuan,” tegasnya pada Selasa (2/6/26).
Tata Kelola Olahraga Berbasis Teknologi

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kalimantan Timur Muhammad Faisal turut memberikan pandangan senada mengenai arah baru ini. Ia menilai target juara akan sulit tercapai tanpa adanya sistem tata kelola manajemen yang profesional.
Pendekatan kekinian menuntut adanya pemanfaatan teknologi informasi dan sistem rekam jejak atlet yang saling terhubung. Pembinaan di lapangan mutlak membutuhkan dukungan rancangan manajerial yang berbasis pada kelengkapan data harian.
“Pengelolaan olahraga modern tidak lagi hanya bertumpu pada pembinaan atlet semata,” pungkasnya.



