Dokter Spesialis RSUD AWS Edukasi Masyarakat Tentang Bahaya Komplikasi Varises

Hasyimy

BENUANTA – Di masyarakat, varises kerap kali dianggap sebelah mata karena hanya dinilai mengganggu penampilan atau sekadar masalah estetika. Padahal, kondisi pembengkakan dan pelebaran pembuluh darah vena yang sering terjadi di area kaki ini menyimpan bahaya laten. Jika diabaikan, varises berpotensi memicu komplikasi serius yang mengancam kualitas hidup penderitanya.

Kondisi yang memburuk tidak hanya memicu rasa nyeri hebat, tetapi juga dapat berakhir pada luka menahun yang sulit disembuhkan.

Mitos Estetika yang Berujung Petaka

Miskonsepsi yang telanjur melekat di masyarakat membuat penanganan varises sering kali terlambat. Hal ini menjadi sorotan serius dari Dokter Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular Subspesialis Jantung Dewasa RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS), dr. David H. Christian.

Dalam acara virtual Dialog Interaktif Sehat Bersama AWS yang digelar pada Kamis (10/4/2026), dr. David memaparkan realita memprihatinkan yang sering ditemuinya di lapangan.

“Sayangnya, masih banyak masyarakat yang enggan memeriksakan diri sejak dini. Akibatnya, tidak sedikit pasien yang datang dalam kondisi sudah parah, bahkan disertai luka yang sulit sembuh,” ungkap dr. David.

Ia menekankan bahwa varises dapat ditangani secara jauh lebih efektif apabila dideteksi sejak fase awal, sebelum pembuluh darah yang bermasalah merusak jaringan di sekitarnya.

Kenali Gejala Awal dan Solusi Penanganannya

Masyarakat diimbau untuk lebih peka terhadap sinyal bahaya dari tubuh. Gejala awal varises yang patut diwaspadai meliputi munculnya urat atau pembuluh darah yang menonjol, rasa pegal dan nyeri tak wajar pada kaki, hingga perubahan warna kulit menjadi lebih gelap di area tertentu. Perubahan warna kulit ini merupakan tanda bahwa sirkulasi darah sudah mulai bermasalah.

Bagi penderita di tahap awal, penanganan non-bedah masih menjadi pilihan utama. Mulai dari perubahan gaya hidup, rutin berolahraga, menjaga pola makan, hingga menghindari rokok dan alkohol. Penggunaan stoking khusus varises dan terapi obat-obatan juga sangat dianjurkan untuk memperkuat dinding vena.

Namun, bagi pasien yang membutuhkan tindakan lanjutan, dr. David memastikan bahwa masyarakat tidak perlu lagi takut dengan bayang-bayang operasi bedah terbuka. Saat ini, metode penanganan varises telah berkembang pesat dengan hadirnya terapi laser dan microwave. Teknologi medis modern ini sangat minim risiko, masa pemulihan cepat, dan tidak meninggalkan bekas luka.

Jangan tunggu sampai parah dan berubah menjadi luka kronis. Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan jika Anda atau keluarga mulai merasakan gejala awal varises.

Bagikan:

Baca Juga