BENUANTA – Skuad Maung Bandung bersiap menyambut kedatangan Laskar Sape Kerrab pada pertandingan pekan dua puluh tiga. Pertarungan sengit kompetisi kasta tertinggi ini dijadwalkan bergulir di markas Gelora Bandung Lautan Api pada Kamis malam.
Tuan rumah memiliki ambisi besar untuk terus menjaga rekor sempurna setiap kali tampil di hadapan pendukung sendiri. Kendati demikian mereka harus berjuang tanpa arahan langsung Bojan Hodak dari pinggir lapangan akibat hukuman akumulasi kartu kuning.
Asisten pelatih Persib Igor Tolic memastikan persiapan pasukannya tetap berjalan maksimal walau waktunya sangat terbatas. Pematangan taktik menyerang serta bertahan menjadi rumusan paling utama tim demi menyegel kemenangan kandang.
Target kesebelasan kebanggaan warga Jawa Barat tersebut hanyalah meraup hasil sempurna tanpa kompromi. “Tujuannya selalu mengambil tiga poin,” tegas Tolic pada Rabu (25/2/26).
Kekuatan tim tuan rumah dipastikan makin solid menyusul kembalinya sang jenderal lapangan tengah Marc Klok. Pemain bernomor punggung dua puluh tiga itu telah dinyatakan pulih dari cedera panjangnya dan siap diturunkan.
Ujian Berat Laskar Sape Kerrab
Kondisi berbeda justru dialami kubu lawan yang datang bertandang dengan situasi psikologis kurang menguntungkan. Juru taktik Madura United Carlos Perreira menyadari pasukannya memikul beban mental setelah gagal mencicipi kemenangan dalam empat laga terakhir.
Meski dihantui tren negatif sang pelatih asal Brasil itu mengaku telah meracik strategi khusus untuk menjinakkan permainan impresif tuan rumah. Ia menuntut seluruh pemain tampil maksimal guna mencuri angka perdana demi bangkit dari keterpurukan.
Sebuah tantangan yang tidak mudah mengingat kondisi mental para pemain saat ini sedang teruji keras. “Kami tahu ada tekanan besar,” ucap Perreira.
Absennya arsitek utama Persib di area teknis rupanya tidak dianggap sebagai sebuah celah besar bagi kubu tamu. Perreira menilai sistem permainan lawan sudah terbentuk matang sehingga seluruh pemain paham betul tugas mereka di rumput hijau.
Ia meyakini fondasi permainan skuad Pangeran Biru tidak akan goyah hanya karena ketiadaan satu sosok pemimpin pinggir lapangan. “Kehilangan pelatih di luar lapangan tidak akan memengaruhi cara bermain mereka,” pungkasnya.



