BENUANTA – Arsenal menatap laga terakhir fase liga Liga Champions melawan wakil Kazakhstan, Kairat Almaty, dengan ambisi besar mencetak sejarah baru. Pertandingan yang akan digelar di Emirates Stadium ini menjadi peluang bagi Meriam London untuk menyempurnakan catatan kemenangan mereka. Rabu (28/1/26).
Skuad asuhan Mikel Arteta tersebut saat ini sedang dalam tren positif setelah menyapu bersih tujuh pertandingan awal dengan kemenangan meyakinkan. Jika berhasil menang dengan selisih minimal dua gol, Arsenal akan menjadi tim pertama dalam sejarah kompetisi yang meraih delapan kemenangan beruntun dengan margin tersebut.
Rotasi Skuad di Tengah Badai Absen

Mikel Arteta dipastikan harus memutar otak guna menyusun komposisi pemain terbaiknya karena kehilangan sejumlah pilar penting di berbagai lini. Sektor tengah menjadi yang paling terdampak setelah Declan Rice dan Mikel Merino dilarang tampil akibat hukuman akumulasi kartu kuning.
Lini pertahanan juga tidak luput dari masalah cedera yang mengharuskan Jurrien Timber serta William Saliba menepi dari lapangan hijau. Namun kondisi tersebut dipandang sebagai kesempatan bagi pemain pelapis untuk menunjukkan kualitas mereka dalam menjaga kedalaman skuad utama.
Mengenai kondisi kebugaran kedua bek andalannya tersebut, Arteta mengonfirmasi bahwa mereka harus absen karena mengalami masalah fisik ringan. Pelatih asal Spanyol itu memilih untuk memberikan waktu pemulihan agar keduanya berada dalam kondisi terbaik pada pertandingan selanjutnya.
Mereka mengalami beberapa masalah kecil dan ini adalah kesempatan bagus bagi kami untuk melakukan jenis pekerjaan yang berbeda dengan mereka ujar Mikel Arteta.
Ujian Berat Sang Debutan dari Kazakhstan
Di sisi lain, Kairat Almaty datang ke London Utara dengan status tim yang sudah dipastikan tersingkir dari persaingan menuju babak sistem gugur. Tim tamu sejauh ini hanya mampu mengoleksi satu poin dari tujuh laga dan menjadi klub dengan jumlah kebobolan terbanyak di fase liga.
Meski begitu, pelatih Urazbakhtin tetap antusias menghadapi laga bersejarah bagi klubnya yang menempuh perjalanan lebih dari 4.000 mil menuju Inggris. Ia menegaskan bahwa para pemainnya tidak memerlukan motivasi tambahan karena kesempatan melawan tim papan atas dunia sudah menjadi impian besar bagi mereka.
Pelatih tim tamu menyebutkan bahwa anak asuhnya sudah tidak sabar untuk segera bertanding meskipun tetap berusaha menjaga ketenangan di dalam ruang ganti. Skuad Kairat Almaty berkomitmen untuk memberikan penampilan terbaik guna memberikan kesan positif pada pertandingan tandang pertama mereka melawan klub asal Inggris.
Mereka bersemangat untuk pergi tetapi tetap tenang dan ingin menunjukkan kemampuan terbaik mereka besok kata Urazbakhtin.



