Merasa Terus Diatur, Ruben Amorim Tegaskan Posisinya sebagai Manajer Bukan Pelatih

Fathur

Merasa Terus Diatur, Ruben Amorim Tegaskan Posisinya sebagai Manajer Bukan Pelatih

BENUANTA Ruben Amorim secara terbuka menantang para petinggi Manchester United untuk membiarkannya bekerja tanpa gangguan. Pernyataan keras ini dilontarkannya usai hasil imbang 1-1 melawan Leeds United.

Pelatih asal Portugal itu mengisyaratkan adanya campur tangan internal dari tokoh senior klub yang tidak diinginkannya. Ia menunggu hingga pertanyaan terakhir dalam konferensi pers untuk menumpahkan kekesalannya tersebut.

Amorim menegaskan bahwa ia datang ke Old Trafford untuk memegang kendali penuh sebagai manajer. Ia menolak jika hanya dianggap sebagai pelatih yang sekadar mengurus teknis di lapangan tanpa wewenang lebih luas.

“Saya hanya ingin mengatakan bahwa saya akan menjadi manajer tim ini, bukan hanya pelatih. Saya sangat jelas soal itu,” tegas Amorim pada Senin (5/1/26).

Sindiran untuk Manajemen dan Legenda

Amorim mengingatkan manajemen bahwa setiap departemen mulai dari pemandu bakat hingga direktur olahraga harus menjalankan tugasnya masing-masing. Ia bahkan menyebut batasan waktu 18 bulan sisa kontraknya sebagai titik akhir pengabdiannya jika situasi tidak berubah.

Mantan pelatih Sporting Lisbon ini juga menyoroti sikap klub yang dinilai terlalu sensitif terhadap kritik dari luar. Ia menyebut nama-nama mantan pelatih top yang menurutnya tidak akan diperlakukan dengan cara seperti ini.

Kritik pedas dari legenda klub seperti Gary Neville dan Paul Scholes turut memanaskan suasana. Amorim menilai manajemen seharusnya tidak perlu panik menanggapi komentar para pandit tersebut.

“Jika orang-orang tidak bisa menangani Gary Neville dan kritik atas segalanya, kita perlu mengubah klub ini,” ujarnya.

Ketegangan internal ini diperparah dengan kabar perbedaan pandangan soal taktik dan transfer pemain. Kepala Perekrutan United Christopher Vivell dilaporkan meminta Amorim mengubah sistem tiga beknya, sementara hubungan dengan Direktur Jason Wilcox juga dikabarkan merenggang.

Pembelaan untuk Benjamin Sesko

Di tengah konflik dengan manajemen, Amorim juga harus menghadapi sorotan tajam terkait performa penyerang anyarnya. Benjamin Sesko kembali gagal mencetak gol dan membuang peluang emas saat melawan Leeds.

Pemain seharga 73,7 juta poundsterling itu baru mencetak dua gol dalam 16 penampilan. Meski demikian, Amorim tetap pasang badan membela penyerang asal Slovenia tersebut yang dinilainya memiliki karakteristik berbeda dari Rasmus Hojlund.

Amorim memahami kritik yang datang namun ia yakin anak asuhnya hanya butuh satu momentum untuk bangkit. Ia meminta publik bersabar menunggu ketajaman Sesko kembali.

“Dia hanya perlu mencetak satu gol, maka semua beban akan hilang dan dia akan menjadi lebih baik,” pungkas Amorim.

Bagikan:

Baca Juga