BENUANTA – Kekhawatiran sempat melanda pendukung Manchester United beberapa bulan jelang perhelatan Piala Afrika atau AFCON. Mereka cemas tim akan pincang tanpa kehadiran dua ancaman utama di sektor kanan.
Amad dan Bryan Mbeumo baru saja menjalin kemitraan solid pada musim panas lalu. Duo ini lantas menjadi tumpuan vital dalam skema permainan Ruben Amorim pada bulan-bulan berikutnya.
Namun takdir berkata lain saat Mbeumo menjadi pemain Setan Merah pertama yang kembali ke barat laut Inggris pasca turnamen, Sabtu (10/1/26). Ia mendapati klub yang nyaris tak dikenali dibandingkan saat ia pergi.
Kepergian Amorim dari Old Trafford awal pekan ini mengubah peta kekuatan secara drastis. Mbeumo kini pulang ke United yang memainkan sistem berbeda dengan pelatih berbeda di kursi manajer.
Kendati demikian status pemain Kamerun itu dalam skuad tidak akan berubah. Jika kondisinya bugar maka tak ada keraguan pemain berusia 26 tahun itu akan langsung kembali ke susunan pemain utama.
Dilema Darren Fletcher
Kepulangan Mbeumo memaksa pelatih kepala sementara Darren Fletcher membuat keputusan krusial. Situasi ini mencuat jelang laga kontra Brighton di ajang Piala FA akhir pekan ini.
Fletcher sempat mendapat pertanyaan awak media mengenai peran akademi di tengah kembalinya para pemain senior. Ia menegaskan bahwa klub ini secara historis dibangun di atas pondasi akademi yang luar biasa.
Pria asal Skotlandia itu menilai rekam jejak pembinaan pemain muda United sulit tertandingi oleh klub mana pun di dunia. Ia percaya timnya memiliki deretan talenta yang sangat mengagumkan.
“Rekor kami berbicara dengan sendirinya,” tegas Fletcher.
Ia lantas menyoroti karakter para pemain muda yang menurutnya pekerja keras dan rendah hati. Fletcher menyadari mereka belum sempurna karena masih dalam proses belajar dan banyak hal yang harus dibenahi.
Ekspektasi tinggi masyarakat terhadap anak muda seringkali menjadi beban tersendiri bagi perkembangan mereka. Hal ini bukan sebuah kritik melainkan pandangan pribadinya terhadap realitas sosial saat ini.
“Saya pikir kami terkadang meminta dan berharap terlalu banyak dari anak muda,” pungkas Fletcher.



