DPPKUKM Kaltim Temukan RPU di Pasar Baru Balikpapan Tidak Sesuai Syariat

Hasyimy

BENUANTA – Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah atau DPPKUKM Provinsi Kalimantan Timur mengungkap fakta mengejutkan saat melakukan inspeksi mendadak di Kota Balikpapan. Petugas menemukan adanya praktik penyembelihan unggas yang tidak sesuai syariat Islam di salah satu Rumah Potong Unggas atau RPU kawasan Pasar Baru.

Temuan ini menjadi sorotan utama dalam rapat evaluasi hasil pengawasan terpadu pada Jumat (13/02/26). Hal ini dinilai sangat krusial mengingat mayoritas konsumen membutuhkan jaminan kehalalan produk pangan yang beredar di pasaran.

Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Tata Niaga DPPKUKM Kaltim M Gozali Rahman menyatakan bahwa temuan tersebut jelas merugikan masyarakat. Ia mendesak agar pengelola usaha segera mematuhi regulasi demi keamanan publik.

“Kami meminta para pedagang dan pengelola ritel segera menyesuaikan dengan aturan yang berlaku demi keamanan dan kenyamanan masyarakat,” tegas Gozali.

Selain isu kehalalan, tim gabungan juga mendapati pelanggaran harga pada komoditas minyak goreng subsidi merek Minyakita. Produk tersebut dijual melebihi Harga Eceran Tertinggi atau HET di Pasar Sepinggan dan Pasar Baru.

Ragam Pelanggaran di Pasar Modern

Petugas juga menyisir toko di kawasan Klandasan dan menemukan sejumlah barang kedaluwarsa serta produk dengan izin PIRT yang sudah mati. Barang tanpa label halal hingga timbangan meja yang belum ditera ulang turut menjadi catatan merah petugas.

Pelanggaran serupa ditemukan di ritel modern berupa gula kemasan ulang tanpa label dan daging beku tanpa keterangan jenis. Jajanan tanpa label halal juga masih marak ditemukan di rak penjualan toko swalayan.

Tim pengawas bahkan menemukan daging beku yang dipajang sembarangan di atas meja tanpa standar penanganan yang benar. Beras tanpa pencantuman alamat produsen juga masuk dalam daftar barang yang tidak sesuai ketentuan edar.

Pengawasan Jelang Ramadan

Kegiatan ini melibatkan berbagai instansi mulai dari Dinas Kesehatan hingga Satgas Halal sebagai langkah persiapan menyambut Ramadan. Pengawasan intensif memang rutin dilakukan menjelang hari besar keagamaan untuk melindungi konsumen.

Gozali menjelaskan bahwa fokus pengawasan kali ini dipusatkan di Balikpapan karena pertimbangan anggaran namun tetap mengutamakan kualitas produk. Ia memastikan pemerintah tidak akan main main dalam menjaga keamanan pangan warga.

“Komitmen kami tetap sama yakni memastikan produk yang beredar aman dan sesuai ketentuan,” pungkasnya. (*/pt

Bagikan:

Baca Juga