Kondisi Terkini Dusun Pondok Labu Usai Terendam Luapan Sungai Mahakam

Hasyimy

BENUANTA – Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur melakukan peninjauan langsung ke lokasi banjir yang merendam pemukiman warga di Dusun Pondok Labu Selasa (3/2/26). Langkah cepat ini diambil untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar warga Kelurahan Loa Ipuh Darat Kabupaten Kutai Kartanegara yang terdampak luapan air.

Fenomena pasang air Sungai Mahakam yang terjadi sejak akhir Januari lalu dilaporkan telah merendam sedikitnya 14 rumah warga. Berdasarkan data lapangan tercatat sebanyak 28 Kepala Keluarga yang terdiri dari 85 jiwa di wilayah RT 09 dan RT 10 menjadi korban terdampak bencana tersebut.

Kendala Infrastruktur dan Pasokan Listrik

Kondisi Terkini Dusun Pondok Labu Usai Terendam Luapan Sungai Mahakam
Kondisi Terkini Dusun Pondok Labu Usai Terendam Luapan Sungai Mahakam

Tim di lapangan mencatat sejumlah kendala krusial yang masih dihadapi warga di tengah situasi banjir yang melanda. Mobilitas warga terhambat akibat kerusakan titik jalan yang membuat wilayah Dusun Pondok Labu berisiko terisolir saat debit air meningkat.

Selain persoalan jalan warga setempat juga masih belum mendapatkan akses aliran listrik selama 24 jam penuh. Hingga saat ini masyarakat hanya bergantung pada penggunaan panel tenaga surya untuk memenuhi kebutuhan energi harian mereka secara terbatas.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kaltim Achmad Rasyidi menjelaskan bahwa sebagian warga memilih mengungsi ke area jalan yang lebih tinggi. Saat ini para pengungsi masih menunggu proses pendirian tenda darurat yang akan difasilitasi oleh pihak BPBD.

“Berdasarkan dialog dengan Ketua RT setempat kondisi saat ini sudah mulai aman terkendali,” ujar Rasyidi.

Koordinasi Distribusi Bantuan Logistik

Kondisi Terkini Dusun Pondok Labu Usai Terendam Luapan Sungai Mahakam
Kondisi Terkini Dusun Pondok Labu Usai Terendam Luapan Sungai Mahakam

Pihak pemerintah memastikan bahwa bantuan kebutuhan pokok telah disalurkan secara kolaboratif melalui Dinas Sosial setempat. Distribusi bantuan ini memanfaatkan stok penyangga atau buffer stock yang sebelumnya telah dipasok dari Gudang Logistik Bencana Provinsi.

Dinsos Kaltim terus menjalin komunikasi intensif dengan perangkat RT setempat guna mengantisipasi jika terjadi kekurangan stok pangan secara mendadak. Meski situasi dilaporkan mulai kondusif tim tetap bersiaga memantau perkembangan debit air yang mulai menunjukkan tren menurun.

Upaya mitigasi terus dilakukan agar seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan logistik yang mencukupi selama masa pemulihan. Pemerintah menjamin tambahan bantuan akan segera dikirimkan kembali jika muncul kebutuhan darurat lainnya di lokasi pengungsian.

“Debit air mulai menurun dan kebutuhan logistik di pengungsian masih mencukupi,” pungkasnya.

Bagikan:

Baca Juga