Diinisiasi Sumbu Tengah, Sungai Mahakam Jadi Wakil Tunggal Indonesia di Forum Global The Home River Bioblitz 2025

Fathur

Sebagian peserta The Home River Bioblitz bertema Observe and Save Mahakam di tepian Sungai Mahakam Samarinda, 21 September 2025. HO/Sumbu Tengah.

BENUANTA – Sungai Mahakam menorehkan catatan membanggakan di kancah internasional dengan menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia dalam forum sungai global, The Home River Bioblitz (THRB) 2025. Keikutsertaan ini diinisiasi oleh komunitas literasi publik asal Samarinda, SUMBU TENGAH.

Acara global yang didukung oleh National Geographic Society dan iNaturalist.org ini digelar serentak di 14 negara. Sungai Mahakam bersanding dengan lebih dari 60 sungai lain yang tersebar di benua Asia, Eropa, Afrika, dan Amerika.

Kegiatan THRB di Samarinda yang mengusung tema “Observe and Save Mahakam” dipusatkan di Taman Bebaya, pada Minggu (21/9/2025). Acara ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan bioblitz atau observasi flora dan fauna.

Bioblitz ini artinya masyarakat bersama komunitas atau ahli melakukan observasi flora dan fauna,” terang Founder SUMBU TENGAH, Rusdianto.

Data hasil pengamatan tersebut kemudian diunggah ke platform sains warga global, iNaturalist, sehingga data keanekaragaman hayati Mahakam kini menjadi bagian dari jaringan riset dunia.

Diinisiasi Sumbu Tengah, Sungai Mahakam Jadi Wakil Tunggal Indonesia di Forum Global The Home River Bioblitz 2025
Kegiatan mengobservasi flora dan fauna dalam The Home River Bioblitz – Observe and Save Mahakam di tepian Sungai Mahakam Samarinda, 21 September 2025

Sejarawan Muhammad Sarip yang hadir dalam acara tersebut menyebut bahwa pengakuan internasional ini sangat pantas didapatkan oleh Sungai Mahakam, mengingat perannya sebagai urat nadi peradaban di Kalimantan Timur.

“Samarinda sebagai pusat ekonomi Kesultanan Kutai tumbuh dari tepian Mahakam,” ungkap Sarip.

Selain observasi, kegiatan ini juga diisi dengan aksi nyata berupa penanaman 50 bibit pohon di tepian sungai. Anggota DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry, yang turut hadir berharap aksi ini tidak berhenti sebagai seremoni.

“Kami berkewajiban memperjuangkan regulasi serta kebijakan yang lebih berpihak pada pelestarian lingkungan,” ujar Sarkowi. (*)

Bagikan:

Baca Juga