BENUANTA – Pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique, menghadapi reuni emosional jelang laga melawan FC Barcelona di Estadi Olímpic. Ia tanpa ragu menyebut kota dan klub tersebut sebagai rumahnya, namun menegaskan tidak akan ada kompromi di atas lapangan.
Di hadapan ratusan awak media, legenda Barcelona itu menunjukkan rasa cintanya yang mendalam. Ia bahkan memuji gaya main menyerang yang diusung pelatih Hansi Flick, menyebutnya sejalan dengan idealisme sepak bola Barcelona yang ia kagumi.
Meski datang sebagai lawan, Enrique tidak menutupi statusnya sebagai penggemar abadi klub asal Catalan tersebut.
“Saya adalah seorang member dan saya akan menjadi seorang culer selamanya,” ujar Luis Enrique, Rabu (1/10/2025).
Pujian untuk ‘Harry Potter’ dan Ancaman Lamine Yamal
Enrique secara khusus melontarkan sanjungan setinggi langit untuk gelandang andalan Barcelona, Pedri. Ia bahkan menjuluki mantan anak asuhnya di timnas Spanyol itu seperti seorang penyihir di lapangan.
“Dia luar biasa, seperti Harry Potter bagi saya. Saya harap dia tidak menggunakan tongkat sihirnya,” canda Enrique, sembari menegaskan bahwa kekuatan Barca bukan hanya pada Pedri.
Di sisi lain, bek PSG Achraf Hakimi menyoroti ancaman dari bintang muda Lamine Yamal. Ia membocorkan bahwa timnya sudah menyiapkan strategi kolektif untuk meredam sang pemain, bukan hanya mengandalkan duel satu lawan satu.
Meski kedua tim sama-sama pincang akibat badai cedera, baik Enrique maupun Hakimi menolak untuk menjadikannya alasan. Mereka kompak menyatakan datang dengan kepercayaan diri penuh untuk meraih hasil maksimal.
“Ini adalah pertandingan yang penting, tapi tidak menentukan,” tutup Enrique, memberikan pandangan profesionalnya.



