BENUANTA – Santiago Bernabeu berubah menjadi kawah panas bagi Manchester City. Ribuan pendukung Real Madrid menumpahkan perasaan mereka bahkan sebelum peluit tanda mulai dibunyikan.
Nama Pep Guardiola menjadi sasaran utama cemoohan. Siulan panjang dan sorakan negatif menggema saat penyiar stadion membacakan nama mantan pelatih Barcelona tersebut.
Namun pria Spanyol itu justru pulang dengan kepuasan tinggi. Skuad asuhannya berhasil membalas kekalahan pahit pada babak play off Februari lalu di tempat yang sama.
Kemenangan ini memperbaiki rekor pertemuan Guardiola melawan musuh bebuyutannya. Ia kini tercatat hanya menelan tujuh kekalahan dari total 28 perjumpaan menghadapi Los Blancos.
Mentalitas Baja
City sempat memulai laga dengan gugup di ibu kota Spanyol. Mereka bahkan tertinggal lebih dulu namun mampu menunjukkan karakter luar biasa di tengah tekanan suporter tuan rumah.
Anak asuh Guardiola tetap tenang dan perlahan mengambil kendali permainan. Ketenangan inilah yang menjadi kunci mereka membalikkan keadaan dan mengunci kemenangan.
Sosok Nico O Reilly menjadi sorotan positif dalam laga ini. Produk akademi City tersebut mencetak gol penyeimbang pada menit ke 35 yang membangkitkan asa tim tamu.
Tidak hanya mencetak gol O Reilly juga tampil disiplin mengawal pertahanan. Ia tercatat memenangkan tiga tekel dan melakukan empat sapuan penting untuk menghalau serangan lawan.
Sementara itu Erling Haaland kembali membuktikan diri sebagai mesin gol yang bisa diandalkan. Eksekusi penaltinya yang dingin menjadi gol ke 55 baginya di ajang Liga Champions sejak debut tahun 2019.
Nasib Alonso di Ujung Tanduk
Kemenangan Guardiola ini berbanding terbalik dengan nasib mantan anak asuhnya Xabi Alonso. Ini adalah pertemuan manajerial pertama mereka setelah sebelumnya bekerja sama di Bayern Munich.
Kekalahan ini membuat posisi Alonso sebagai pelatih Real Madrid kian kritis. Peluangnya untuk mempertahankan jabatan dinilai sangat tipis setelah rentetan hasil buruk.
Sebuah rapat direksi bahkan dikabarkan telah digelar pasca kekalahan Madrid melawan Celta Vigo sebelumnya. Kegagalan mempertahankan keunggulan atas City bisa mempercepat keputusan pemecatan.
Real Madrid kini terlempar ke posisi tujuh klasemen sementara. Sebaliknya City merangkak naik ke peringkat empat dan percaya diri mengamankan tiket delapan besar. (*)



