Awas Retas Data, Onno W Purbo Ingatkan Bahaya Jaringan Publik Saat Mudik

Bisnis

Awas Retas Data, Onno W Purbo Ingatkan Bahaya Jaringan Publik Saat Mudik

BENUANTA – Musim libur panjang dan arus mudik sering kali membuat masyarakat lengah terhadap keamanan digital pribadi. Kecerobohan kecil seperti menyambungkan gawai ke sembarang jaringan internet gratis bisa berakibat fatal bagi perlindungan privasi.

Pakar teknologi informasi Onno W Purbo menyoroti bahaya laten dari kebiasaan meninggalkan gawai dalam kondisi menyala tanpa pengawasan. Ia juga mewanti-wanti masyarakat agar tidak sembarangan memakai fasilitas internet publik yang rawan disusupi.

“Hal-hal sederhana seperti memperbarui sistem keamanan, menggunakan autentikasi ganda, dan berhati-hati saat menggunakan jaringan publik dapat menjadi langkah awal untuk melindungi data kita,” terang Onno pada Rabu (10/03/26).

Bahaya Mengintai Sistem Pemerintahan

Ancaman kejahatan siber ini nyatanya tidak hanya mengincar masyarakat sipil yang sedang dalam perjalanan pulang kampung. Sistem pemerintahan berbasis elektronik juga rentan dibobol ketika para aparatur sipil negara sedang menikmati masa cuti bersama.

Perwakilan Badan Siber dan Sandi Negara Ibnu Try Rosadi menegaskan bahwa menjaga ekosistem ruang digital tidak bisa dibebankan pada satu instansi saja. Ia mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk saling bahu membahu membentengi sistem informasi nasional.

“Diperlukan sinergi antara pemerintah, pengelola sistem, dan pengguna agar keamanan data serta informasi nasional tetap terjaga,” jelas Ibnu.

Antisipasi Kebocoran Data Daerah

Isu kerentanan siber tersebut dikupas tuntas dalam diskusi virtual Sandikamimania yang digelar khusus bagi pengelola teknologi informasi instansi pemerintah. Agenda strategis ini turut dihadiri oleh jajaran Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur.

Dua perwakilan dari bumi etam yakni Agus Eko Santoso dan Noor Fitriantono ikut memantau jalannya taklimat tersebut. Keduanya diharapkan mampu mengawal serta menerapkan standar pengamanan siber yang mumpuni di lingkungan pemerintahan daerah.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat Mas Adi Komar sepakat bahwa kesadaran pengguna adalah tameng utama dari serangan siber. Upaya mitigasi yang terukur wajib dijalankan sejak dini untuk menghindari kerugian massal akibat ulah peretas.

“Dengan langkah pengamanan yang tepat, kita dapat meminimalisir potensi ancaman siber yang dapat merugikan banyak pihak,” ujar Adi.

Bagikan:

Baca Juga