BENUANTA – Chelsea harus membayar mahal kegagalan mereka dalam menuntaskan peluang saat menjamu Burnley di Stamford Bridge. Pertandingan berakhir imbang satu sama setelah tim tamu mencetak gol dramatis pada masa tambahan waktu.

Joao Pedro sebenarnya memberi awal yang sempurna lewat gol cepatnya pada menit keempat. Tuan rumah bahkan mendominasi penguasaan bola hingga tujuh puluh tujuh persen pada awal pertandingan.
Laporan resmi klub menyebutkan bahwa The Blues sangat menguasai laga namun kebobolan pada menit kritis.
“Kegagalan memanfaatkan dominasi terbukti sangat merugikan,” tulis laporan tersebut pada Minggu (22/2/26).
Cole Palmer dan kawan-kawan terus mengurung pertahanan lawan hampir sepanjang laga. Sayangnya serangkaian tembakan dari lini serang selalu berhasil diblok oleh rapatnya barisan belakang lawan.
Petaka Kartu Merah Berujung Kebobolan

Dinamika permainan berubah drastis saat pertandingan menyisakan dua puluh menit terakhir. Bek Wesley Fofana diusir keluar lapangan setelah menerima kartu kuning kedua pada menit ketujuh puluh dua.
Kekurangan jumlah pemain membuat ritme serangan tim tuan rumah menjadi berantakan. Lawan yang awalnya terus bertahan justru mulai berani menekan dan mencari celah kelengahan.
Petaka akhirnya datang pada masa tambahan waktu berawal dari umpan tendangan bebas mematikan James Ward Prowse. Zian Flemming berhasil menyundul bola yang gagal dijangkau oleh kiper Robert Sanchez.

Peluang pamungkas dari Liam Delap sesaat sebelum peluit panjang berbunyi juga hanya melambung di atas mistar gawang.
“Tendangan tersebut menjadi sentuhan terakhir dalam pertandingan ini,” tutup laporan itu.


