BENUANTA – Real Madrid U19 (Juvenil A) resmi menahbiskan diri sebagai raja Eropa usai merengkuh gelar juara UEFA Youth League untuk kedua kalinya dalam sejarah klub. Trofi prestisius ini berhasil diamankan skuad asuhan Álvaro López setelah melewati drama adu penalti yang menegangkan melawan wakil Belgia, Club Brugge, di Stade de la Tuilière, Lausanne, pada Senin (20/4/2026).
Pahlawan utama di balik kesuksesan Los Blancos muda ini tidak lain adalah sang penjaga gawang, Javi Navarro. Ketangguhan mentalnya di bawah mistar pada babak “tos-tosan” sukses mengubur mimpi Club Brugge dan memastikan piala bergengsi tersebut terbang ke Valdebebas.
Dominasi Babak Pertama dan Gol Cantik Jacobo
Pertandingan final sebenarnya diawali dengan dominasi mutlak dari Real Madrid. Sejak peluit tanda dimulainya laga dibunyikan, Yáñez dan kawan-kawan langsung menggempur pertahanan lawan. Kegigihan skuad La Fabrica membuahkan hasil manis pada menit ke-23 lewat proses gol yang sangat memanjakan mata.
Berawal dari tusukan mematikan Fortea yang mengirimkan umpan silang matang dari sayap kanan, Jacobo menyambut bola dengan sebuah sontekan backheel (tumit) spektakuler yang mengoyak jala gawang Club Brugge. Skor 1-0 untuk keunggulan Real Madrid bertahan hingga turun minum, meski Jacobo dan Yáñez sempat mendapatkan beberapa peluang emas tambahan.
Petaka Babak Kedua yang Berujung Penalti
Memasuki babak kedua, Club Brugge yang enggan menyerah mulai memberikan perlawanan sengit. Tensi pertandingan meningkat, dan petaka bagi pertahanan Madrid akhirnya datang pada menit ke-64. Memanfaatkan celah dan umpan akurat dari Koren, T. Jensen sukses merobek gawang Javi Navarro sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Meski kedua tim saling jual beli serangan di sisa waktu normal, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Laga puncak ini pun terpaksa harus diselesaikan melalui drama adu penalti.
Tembok Kokoh Bernama Javi Navarro
Di momen paling krusial inilah magis Javi Navarro kembali bekerja. Mengulangi aksi heroiknya saat menyingkirkan Paris Saint-Germain (PSG) di babak semifinal, kiper muda ini kembali tampil sebagai tembok kokoh yang tak tertembus.
Navarro dengan luar biasa sukses membaca arah bola dan menepis dua tendangan penalti dari eksekutor Club Brugge, yakni Amengai dan Koren. Di sisi lain, mentalitas juara para pemain Real Madrid berbicara lantang. Keempat eksekutor mereka; Liberto, Yáñez, Carlos Díez, dan Diego Aguado, dengan sangat tenang menaklukkan kiper lawan.
Drama adu penalti ditutup dengan kemenangan telak 4-2 untuk Real Madrid U19, memastikan generasi penerus Los Blancos ini kembali merajai Eropa dan membawa pulang trofi UEFA Youth League.



