BENUANTA – Sensasi bintang muda FC Barcelona, Lamine Yamal, seakan tidak ada habisnya. Pemain yang baru menginjak usia 18 tahun ini kembali mengukir sejarah gila di pentas olahraga global dengan menyabet penghargaan Laureus Young Sportsperson of the Year pada malam penganugerahan di Palacio de Cibeles, Madrid, Senin (20/4/2026) waktu setempat.
Trofi prestisius ini tidak sekadar menambah koleksi gelar individunya, tetapi juga menahbiskan Yamal sebagai atlet termuda sepanjang sejarah yang sukses mengawinkan dua penghargaan Laureus.
Pemenang Perdana Kategori U-21

Penghargaan yang diraih Lamine Yamal tahun ini menjadi sangat spesial karena ia merupakan pemenang perdana untuk kategori baru tersebut. Penghargaan Young Sportsperson of the Year memang secara khusus dirancang untuk mengapresiasi atlet terbaik dunia di bawah usia 21 tahun.
Dewan juri Laureus World Sports Awards sepakat menjatuhkan pilihan pada Yamal bukan tanpa alasan. Mereka tidak hanya terpukau oleh statistik dan performa gemilangnya di atas lapangan hijau sepanjang tahun, tetapi juga dampak masif sang pemain yang mampu merevolusi sekaligus menjadi daya tarik utama dunia sepak bola saat ini.
Treble Domestik dan Deretan Rekor Gila
Pengakuan dari panggung Laureus ini seakan melengkapi pencapaian luar biasa Lamine Yamal sepanjang musim 2025. Lulusan akademi La Masia tersebut menjadi figur sentral di balik kesuksesan FC Barcelona merengkuh treble domestik, yakni menjuarai kompetisi liga, Copa del Rey, dan Super Cup.
Di level individu, rentetan rekornya makin membuat banyak pihak geleng kepala. Di usianya yang masih sangat belia, Yamal telah memenangkan dua Kopa Trophies dan tercatat sebagai runner-up Ballon d’Or termuda dalam sejarah persepakbolaan dunia.
Mengawinkan Dua Gelar Laureus
Kemenangan di Madrid ini memastikan Lamine Yamal memecahkan rekor sebagai atlet termuda yang sukses membawa pulang dua trofi Laureus. Setahun sebelumnya, tepatnya pada edisi 2025, winger andalan Timnas Spanyol ini juga sukses membawa pulang penghargaan Laureus Breakthrough Sportsperson of the Year.
Dua gelar bergengsi dari ajang olahraga paling prestisius di dunia ini menjadi bukti sahih bahwa Lamine Yamal bukan sekadar sensasi sesaat, melainkan wajah masa depan industri olahraga global.



