Siasat Pemprov Kaltim Tuntaskan Internet di 50 Kampung Mahulu

Hasyimy

BENUANTA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berhasil menembus tantangan geografis di wilayah perbatasan dalam penyediaan infrastruktur telekomunikasi. Seluruh desa di Kabupaten Mahakam Ulu kini dipastikan telah terjangkau akses internet.

Capaian ini menjadi sorotan dalam pertemuan antara Dinas Komunikasi dan Informatika Kaltim dengan legislatif Kabupaten Mahakam Ulu. Agenda audiensi tersebut berlangsung di Samarinda pada Jumat (23/1/26).

Kepala Diskominfo Kaltim Muhammad Faisal mengungkapkan bahwa intervensi pemerintah provinsi mutlak diperlukan dalam hal ini. Pihaknya tidak bisa hanya mengandalkan operator swasta yang kerap berhitung untung rugi saat hendak masuk ke wilayah berpenduduk sedikit.

Meskipun kewenangan telekomunikasi berada di pusat sejak 2018 kebijakan gubernur tetap digulirkan untuk membantu kabupaten. Program Gratispol Internet Desa menjadi solusi taktis untuk memenuhi kebutuhan dasar digital masyarakat.

Kombinasi Fiber Optik dan Satelit

Strategi teknis yang diterapkan adalah mengombinasikan penggunaan jaringan serat optik dan teknologi satelit. Langkah ini terbukti efektif menutup celah isolasi digital di 50 kampung yang ada di kabupaten termuda Kaltim tersebut.

Faisal merinci bahwa hingga akhir tahun lalu progres pemasangan internet di seluruh Kaltim sudah mencapai 802 titik. Angka tersebut mendekati total target keseluruhan yakni 841 desa.

“Di Mahakam Ulu sendiri semua 50 desa sudah terlayani baik melalui fiber optik maupun satelit,” jelas Faisal.

Fasilitas ini utamanya dipasang di kantor desa untuk menunjang operasional pelayanan publik aparatur kampung. Namun masyarakat umum tetap diperbolehkan menikmati akses WiFi tersebut di luar jam kerja pemerintah sembari didorong untuk meningkatkan literasi digital.

Catatan Kestabilan Jaringan

Pihak legislatif setempat menyambut positif terobosan yang dilakukan pemerintah provinsi di wilayah mereka. Ketua Komisi I DPRD Mahakam Ulu Martin Hat mengakui bahwa konektivitas memang menjadi barang mahal yang dinanti warga.

Kendati infrastruktur telah terpasang ia memberikan catatan khusus terkait kualitas layanan di lapangan. Masih banyak laporan warga mengenai koneksi yang kerap mengalami gangguan di waktu-waktu tertentu.

Ia berharap koordinasi antar instansi ini dapat menjamin pemanfaatan internet yang lebih optimal dan berkelanjutan. Kestabilan sinyal dianggap sama pentingnya dengan ketersediaan akses itu sendiri.

“Ada desa yang jaringannya sudah bagus tapi kadang masih putus-putus dan ini jadi catatan penting,” ujar Martin.

Bagikan:

Baca Juga