Dukung Atlet Kaltim Berkualitas, Pemerintah Beri Apresiasi untuk Prestasi Internasional

Fathur

Dukung Atlet Kaltim Berkualitas, Pemerintah Beri Apresiasi untuk Prestasi Internasional
Atlet silat Kaltim saat beralga di PON XXI/2024.

Benuanta.id – Di tengah upaya pemerintah untuk memajukan olahraga tanah air, perhatian khusus diberikan kepada atlet yang telah mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Langkah konkret ini juga terasa di Kalimantan Timur, di mana sejumlah atlet asal provinsi ini mendapatkan apresiasi atas prestasi gemilang mereka, seperti Iqbal Candra Pratama dan Aliansyah.

Aliansyah, atlet yang baru saja meraih medali emas pada SEA Games Kamboja bersama dua atlet Kaltim lainnya, menjadi salah satu yang menerima penghargaan berupa pengangkatan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Penghargaan serupa juga diterima oleh pesilat Iqbal, yang mendapatkan pengakuan sebagai olahragawan berprestasi pada peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) awal Oktober lalu.

Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Rasman Rading, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap langkah pemerintah yang memberi penghargaan kepada atlet-atlet berprestasi. Menurutnya, para atlet harus memiliki visi yang lebih tinggi daripada hanya meraih prestasi di tingkat nasional. 

“Penghargaan ini bukan hanya karena mereka juara di SEA Games atau Asian Games, tetapi juga sebagai bukti bahwa mereka punya kontribusi besar untuk prestasi olahraga di Indonesia,” ujar Rasman.

Iqbal Candra Pratama, yang telah mengukir prestasi di Asian Games 2018 dan SEA Games, serta Aliansyah yang sukses mengibarkan Merah Putih di ajang SEA Games Kamboja, dianggap sebagai contoh atlet dengan dedikasi tinggi. 

“Ini bukan sekadar juara di ajang nasional, tetapi bagaimana mereka bisa tampil di level internasional,” kata Rasman.

Rasman menegaskan, meskipun ajang nasional seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) tetap penting, tujuan utama adalah meraih prestasi internasional. 

“PON itu hanya sebagai sasaran sementara, yang utama adalah bagaimana mereka bisa bersaing di tingkat dunia,” jelasnya.

Sebagai salah satu pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kaltim, Rasman menyoroti bagaimana Iqbal dengan tekad luar biasa berhasil melampaui porsi latihan yang ditetapkan pelatih. Hal ini juga menginspirasi adiknya, Dinda Nuraidha, yang meraih emas di PON 2024. 

“Ini menunjukkan bahwa komitmen dan dedikasi yang tinggi mampu menghasilkan prestasi luar biasa,” ujar Rasman.

Rasman berharap Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim, khususnya di Bidang Pembinaan dan Prestasi, dapat terus memberikan perhatian dan pembinaan secara intensif kepada para atlet berpotensi. 

Pembinaan ini tak hanya mencakup aspek fisik, tetapi juga psikologis, agar para atlet Kaltim dapat terus mengembangkan diri dan meraih kesuksesan lebih besar di kancah internasional.

“Kami akan terus mendukung dan membina atlet-atlet ini agar mereka bisa lebih bersaing di level dunia, dan tentunya membawa nama Kaltim semakin harum,” pungkas Rasman. 

(Upk/Adv/DisporaKaltim)

Bagikan:

Baca Juga