Tren Pasar CPO Melemah, Cek Daftar Harga TBS Sawit Kaltim Terbaru

Hasyimy

A worker collects palm fruit at a plantation owned by a private company in Langkat, in Indonesia's north Sumatra province, in this November 1, 2012 file picture. A prolonged fall in the price of palm oil is hitting Indonesia's legions of smallholder farmers, forcing cutbacks that will reduce output in coming years and raising the prospect of a bout of sell-outs to major producers. Smallholder farmers account for about 40 percent of output from Indonesia's vast plantations that cover an area the size of South Korea. A drop in smallholder output could shave total production by around 5 percent from 2015, say analysts. REUTERS/Roni Bintang/Files (INDONESIA - Tags: AGRICULTURE BUSINESS) - RTR39UOR

BENUANTA – Tren harga Tandan Buah Segar atau TBS kelapa sawit di Kalimantan Timur menunjukkan grafik menurun pada awal tahun ini. Kondisi pasar global yang melemah turut menyeret nilai jual komoditas andalan Benua Etam tersebut.

Dinas Perkebunan Kaltim menetapkan penurunan harga untuk periode paruh pertama Januari 2026. Koreksi harga ini tidak lepas dari anjloknya harga minyak sawit mentah dan inti sawit di tingkat perusahaan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Ahmad Muzakkir menyebut hampir seluruh perusahaan sumber data melaporkan penurunan harga acuan. Situasi ini berdampak langsung pada pendapatan yang diterima para pekebun di daerah.

“Penurunan ini tentu berdampak pada harga TBS yang diterima petani sawit di Kaltim,” kata Muzakkir, Senin (19/1/26).

Data penetapan menunjukkan harga rata-rata tertimbang CPO kini berada di angka Rp 13.921,45 per kilogram. Sementara harga kernel tercatat sebesar Rp 10.801,62 per kilogram dengan indeks K sebesar 88,59 persen.

Rincian Harga Sesuai Umur

Dampak penurunan CPO ini terlihat jelas pada rincian harga beli TBS berdasarkan umur tanam. Tanaman sawit berumur tiga tahun kini dihargai Rp 2.796,53 per kilogram.

Nilai jual untuk tanaman umur empat tahun ditetapkan sebesar Rp 2.982,31 per kilogram. Sedangkan sawit umur lima tahun dipatok seharga Rp 3.000,36 per kilogram.

Kenaikan tipis terjadi seiring bertambahnya usia tanaman yakni Rp 3.032,69 untuk umur enam tahun dan Rp 3.051,04 untuk tujuh tahun. Puncaknya ada pada tanaman umur sepuluh tahun yang dihargai Rp 3.175,54 per kilogram.

Perlindungan Petani Plasma

Penetapan harga ini merupakan standar baku bagi petani yang telah bermitra dengan pabrik pengolahan. Skema kemitraan ini dirancang untuk melindungi petani dari permainan harga yang kerap dilakukan tengkulak di tingkat bawah.

Muzakkir berharap kerja sama kelembagaan yang kuat antara kelompok tani dan pabrik mampu menjaga stabilitas pendapatan pekebun. Hal ini penting agar kesejahteraan petani tidak tergerus oleh fluktuasi pasar yang tidak menentu.

“Sehingga kesejahteraan kelompok tani kelapa sawit melalui kerjasama ini hendaknya dapat terwujud,” tutupnya.

Bagikan:

Baca Juga