Sentuh US$ 108 per Ton, Harga Batu Bara Meroket Akibat Kenaikan Permintaan Domestik China

Fathur

Sentuh US$ 108 per Ton, Harga Batu Bara Meroket Akibat Kenaikan Permintaan Domestik China

BENUANTA Harga batu bara acuan global melesat ke level tertinggi sepanjang bulan Oktober ini. Penguatan signifikan ini terutama didorong oleh dinamika pasar domestik di China yang mengalami kenaikan permintaan di tengah pasokan yang mengetat.

Merujuk data Refinitiv, harga batu bara acuan pada penutupan perdagangan Senin (27/10/2025) terbang 0,69 persen ke posisi US$ 108,5 per ton. Angka ini menandai rekor harga tertinggi baru untuk bulan Oktober 2025.

Pasokan Ketat di China Jadi Pemicu

Kenaikan harga batu bara termal domestik di China menjadi pemicu utama lonjakan harga global. Data menunjukkan harga terus naik, baik di pasar pelabuhan maupun di lokasi tambang, selama pekan yang berakhir 24 Oktober.

Penguatan ini disebabkan oleh pasokan yang cenderung ketat. Beberapa faktor penyebabnya antara lain inspeksi keselamatan tambang yang diperketat serta produksi yang sempat melambat.

“Kenaikan ini didorong oleh pasokan yang ketat, antara lain karena inspeksi keselamatan yang diperketat dan produksi yang melambat,” tulis laporan CNBC Indonesia, Selasa (28/10/2025).

Pasar Mulai Cari Keseimbangan

Meskipun sedang dalam tren naik yang kuat, pasar mulai menunjukkan tanda-tanda pergeseran menuju stabilisasi. Artinya, kenaikan harga kemungkinan tidak akan seagresif sebelumnya karena pasar mulai mencari titik keseimbangan baru.

Permintaan dari sektor utilitas diperkirakan masih akan kuat menjelang datangnya musim dingin. Namun, di sisi lain, dorongan untuk peningkatan produksi domestik di China serta peralihan ke energi terbarukan dapat menahan laju kenaikan harga lebih lanjut.

Sementara itu, pasar batu bara kokas di China justru menunjukkan optimisme yang lebih tinggi akibat pasokan yang semakin terbatas, membuka peluang bagi negara eksportir seperti Indonesia.

Bagikan:

Baca Juga