BENUANTA – Skuad mewah Chelsea mendapat sorotan tajam usai menelan kekalahan dari Arsenal pada akhir pekan lalu. Tim asuhan Xabi Alonso terpaksa mengakhiri derbi London tersebut dengan menempatkan dua bek kanan murni di posisi gelandang sentral.
Keterbatasan amunisi lini tengah terlihat jelas saat Malo Gusto masuk menggantikan Romeo Lavia pada babak kedua laga yang digelar di Stadion Emirates pada Minggu (6/9/26). Ia bermain berdampingan dengan Reece James yang gagal mengawal pergerakan Martin Odegaard dalam proses terjadinya gol penentu kemenangan tuan rumah.
Fakta ini menjadi ironi mengingat manajemen klub London Barat tersebut baru saja menghabiskan ratusan juta paun selama bursa transfer musim panas. Mantan pemain Liga Inggris Ashley Young melontarkan kritik keras terhadap kedalaman skuad Chelsea yang dinilai sangat rapuh di area sentral.
“Kekhawatirannya adalah Anda menyelesaikan pertandingan melawan juara bertahan dan Anda memiliki dua bek kanan di lini tengah,” ujar Young.
Ia menilai taktik menumpuk pemain di belakang garis pertahanan akan menjadi celah yang mudah dieksploitasi oleh tim lawan. Terbukti para pemain Arsenal berhasil menemukan ruang kosong di antara lini pertahanan Chelsea yang mengandalkan serangan balik lambat.
Krisis Akibat Badai Cedera
Krisis pemain sentral ini tak lepas dari efek domino badai cedera yang menimpa sejumlah pilar utama The Blues. Pelatih Xabi Alonso harus kehilangan Moises Caicedo yang mengalami masalah kebugaran sementara upaya klub merekrut gelandang tambahan pada hari terakhir bursa transfer berujung kegagalan.
Situasi tersebut memaksa sang manajer bereksperimen dengan memainkan bek sayap di lini tengah pada pertandingan krusial. Chelsea bahkan sempat mencatatkan rekor penguasaan bola terendah mereka sejak dua dekade terakhir saat harus memasang Gusto sebagai gelandang pada pekan sebelumnya.
Meski menelan kekalahan dan menyadari adanya celah di lini tengah Alonso menegaskan bahwa hasil minor ini tidak akan merusak mentalitas timnya dalam mengarungi kompetisi panjang. Ia bertekad memperbaiki keseimbangan transisi pertahanan tim yang telah kebobolan tujuh gol hanya dari tiga pertandingan awal musim ini.
“Ini menyakitkan, kami pasti kecewa. Tetapi ini adalah kekalahan pertama, perjalanan masih panjang dan ini tidak berdampak besar pada suasana hati dan pola pikir kami,” tegas Alonso.



