BENUANTA – Langkah tegas jajaran Polres Berau dalam memberantas peredaran minuman keras (miras) selama bulan suci Ramadan mendapat apresiasi positif dari kalangan legislatif.
Anggota Komisi I DPRD Berau, Thamrin, menilai keberhasilan aparat mengamankan ribuan botol miras merupakan bukti nyata komitmen kepolisian dalam menjaga kesucian bulan Ramadan serta menghadirkan rasa nyaman bagi masyarakat yang sedang beribadah.
Thamrin menegaskan, peredaran miras ilegal sering kali menjadi sumbu pemicu berbagai gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di Bumi Batiwakkal.
Oleh karena itu, tindakan preventif dan represif yang dilakukan aparat penegak hukum dianggap sebagai langkah krusial untuk menekan potensi kriminalitas.
“Langkah yang dilakukan jajaran Polres Berau tentu patut kita apresiasi. Penertiban ini sangat penting untuk menjaga kondusivitas daerah, apalagi saat Ramadan ketika masyarakat sedang menjalankan ibadah,” ujarnya, Sabtu (14/3/2026).
Meski memberikan pujian, Thamrin memberikan catatan penting agar intensitas pengawasan tidak hanya memuncak pada momentum tertentu seperti Ramadan atau hari besar keagamaan saja.
Ia berharap Polres Berau tetap mempertahankan ritme penindakan yang sama kuatnya pada bulan-bulan biasa.
Menurutnya, peredaran miras adalah persoalan klasik yang membutuhkan penanganan berkelanjutan agar tidak kembali marak saat pengawasan mulai melonggar.
Konsistensi dalam penegakan aturan diyakini akan memberikan efek jera yang lebih efektif bagi para pemain atau pengedar miras ilegal di wilayah Berau.
Jika razia dilakukan secara rutin dan tak terduga sepanjang tahun, ruang gerak para pelaku akan semakin sempit.
“Di bulan-bulan biasa juga harus tetap dilakukan secara konsisten, sehingga peredaran miras bisa benar-benar ditekan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Thamrin mendorong terciptanya kolaborasi yang lebih erat antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, hingga partisipasi aktif masyarakat dalam mengawasi lingkungan sekitar.
Sinergi ini dianggap sebagai kunci utama untuk memastikan peredaran miras tidak lagi menjamur di pemukiman warga maupun tempat-tempat hiburan tanpa izin.
Dengan adanya pengawasan terpadu, situasi yang aman, tertib, dan kondusif diharapkan dapat tercipta secara permanen di Kabupaten Berau.
Thamrin meyakini, keterlibatan masyarakat dalam memberikan informasi akan sangat membantu tugas kepolisian di lapangan.
“Kalau pengawasan dilakukan bersama dan penindakan terus berjalan, tentu akan sangat membantu menciptakan situasi yang aman dan tertib di tengah masyarakat,” pungkasnya. (Adv)




