BENUANTA – Karier Ruben Amorim di Old Trafford berakhir tragis dan singkat. Manchester United resmi memecat pelatih asal Portugal tersebut pada Senin (5/1/26), hanya berselang kurang dari 24 jam setelah komentar pedasnya yang menyudutkan manajemen klub.
Keputusan drastis ini mengakhiri masa jabatan Amorim yang baru berjalan selama 14 bulan. Pihak klub dalam pernyataan resminya menyebut langkah ini diambil dengan berat hati namun dianggap sebagai solusi terbaik bagi Setan Merah yang kini tertahan di peringkat enam klasemen.
“Keputusan telah dibuat dengan berat hati dan ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan perubahan,” bunyi pernyataan resmi Manchester United.
Pemecatan ini diyakini sebagai buntut langsung dari konferensi pers panas yang dilakukan Amorim usai hasil imbang 1-1 melawan Leeds United pada hari Minggu kemarin. Saat itu Amorim secara terbuka menantang hierarki klub terkait intervensi yang berlebihan.
Buntut Kritik Terbuka
Ketegangan memuncak ketika Amorim menegaskan posisinya sebagai “manajer” yang memiliki kontrol penuh, bukan sekadar “pelatih” yang hanya mengurusi teknis lapangan. Ia bahkan menyindir kinerja departemen lain di dalam tubuh klub.
“Saya hanya ingin mengatakan bahwa saya datang ke sini untuk menjadi manajer, bukan untuk menjadi pelatih. Di setiap departemen, departemen pemanduan bakat, direktur olahraga, mereka harus melakukan pekerjaan mereka,” tegas Amorim dalam wawancara terakhirnya.
Pernyataan tersebut dinilai sebagai bentuk pembangkangan terbuka terhadap direksi klub. Amorim yang merasa kesepakatan awalnya dilanggar, menolak untuk didikte dan menekankan otoritasnya di hadapan media.
Sikap konfrontatif inilah yang disinyalir mempercepat pintu keluar baginya. Dalam sesi yang sama, ia bahkan sempat menyinggung soal durasi kerjanya yang tersisa namun manajemen tampaknya tidak ingin menunggu lebih lama.
“Saya hanya ingin mengatakan bahwa saya akan menjadi manajer tim ini, bukan hanya pelatih. Saya sangat jelas mengenai hal itu. Itu adalah kesepakatannya. Itu pekerjaan saya. Bukan menjadi pelatih,” pungkasnya.



