Harga Elpiji dan Semen di Perbatasan Kaltara Melambung Jauh di Atas Normal

Muflihah

BENUANTA – Gubernur Kalimantan Utara Zainal A Paliwang membawa kabar memprihatinkan ke hadapan para wakil rakyat di Senayan. Ia memaparkan fakta pahit mengenai ketimpangan harga kebutuhan pokok yang mencekik warga di wilayah perbatasan.

Harga komoditas penting seperti semen dan gas elpiji di wilayah Krayan dan sekitarnya terpaut sangat jauh dari harga normal di perkotaan. Satu sak semen yang biasanya terjangkau kini harus ditebus dengan harga selangit oleh masyarakat setempat.

Kondisi serupa juga terjadi pada harga tabung gas elpiji yang menjadi kebutuhan vital rumah tangga. Gubernur menyebutkan angka-angka tersebut di depan Komisi II DPR RI untuk menggugah kesadaran pemerintah pusat.

“Semen di Krayan itu harganya Rp 800 ribu per sak,” tegas Gubernur Zainal, Kamis (22/1/26).

Ketergantungan pada Tetangga

Tingginya harga barang dalam negeri memaksa masyarakat perbatasan untuk menggantungkan hidup pada pasokan dari negara tetangga Malaysia. Barang-barang kebutuhan sehari-hari hingga bahan bangunan lebih mudah dan murah didapat dari seberang perbatasan.

Masalah ini berakar pada minimnya infrastruktur jalan yang menghubungkan wilayah perbatasan dengan pusat pemerintahan di Kalimantan Utara. Jalur distribusi yang sulit membuat biaya logistik membengkak berkali-kali lipat.

Mantan Wakapolda Kaltara ini meminta dukungan serius berupa alokasi anggaran khusus untuk membenahi aksesibilitas tersebut. Ia berharap pembangunan infrastruktur darat dapat segera terwujud demi menekan disparitas harga yang menyengsarakan rakyat.

“Gas elpiji 12 kilogram di sana harganya bisa tembus Rp 400 ribu,” pungkasnya.

Bagikan:

Baca Juga