BENUANTA – Udang windu terus mengukuhkan posisinya sebagai raja komoditas ekspor perikanan Kalimantan Timur. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim mencatat, nilai ekspor udang windu hingga Juli 2025 telah mencapai angka fantastis sebesar Rp164,4 miliar.
Angka ini menunjukkan dominasi mutlak udang windu sebagai penyumbang devisa terbesar dari sektor perikanan di Benua Etam.
Kepala DKP Kaltim, Irhan Hukmaidy, menyatakan bahwa udang windu memang menjadi andalan utama karena kualitas dan nilai jualnya yang sangat tinggi di pasar internasional.
Dominasi Mutlak di Pasar Ekspor
Berdasarkan data DKP Kaltim per Juli 2025, total nilai sementara ekspor seluruh produk perikanan daerah adalah sebesar Rp256 miliar.
Dari jumlah tersebut, ekspor udang windu yang mencapai Rp164,4 miliar berkontribusi sebesar 64 persen. Angka ini menunjukkan bahwa lebih dari separuh nilai ekspor perikanan Kaltim bergantung pada satu komoditas unggulan ini.
Menurut Irhan, tingginya nilai udang windu tidak terlepas dari standarnya yang sudah diakui pasar global.
“Udang windu sebagai penyumbang terbesar karena kualitas dan nilai jualnya berbasis standar dolar Amerika Serikat,” ungkap Irhan di Samarinda, Senin (25/8/2025).
Ungguli Komoditas Lainnya
Dominasi udang windu semakin terlihat jelas jika dibandingkan dengan komoditas ekspor perikanan andalan lainnya.
Tercatat, nilai ekspor udang pink berada di posisi kedua dengan nilai Rp49,3 miliar, diikuti udang putih sebesar Rp13,7 miliar. Sementara itu, ikan bawal putih segar dan ikan kerapu segar masing-masing menyumbang Rp10,6 miliar dan Rp7,9 miliar.
Perbandingan ini menunjukkan betapa signifikannya peran udang windu sebagai mesin utama ekonomi di sektor perikanan ekspor Kaltim.
Produk-produk unggulan ini telah berhasil menembus berbagai pasar dunia, mulai dari Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Tiongkok, hingga negara-negara Asia lainnya.
Irhan menambahkan, pihaknya juga terus melihat potensi lain dari kekayaan laut Kaltim untuk dikembangkan sebagai sumber pangan di masa depan.
“Rumput laut juga berpotensi besar sebagai salah satu sumber pangan masa depan,” tutupnya.



