BENUANTA – Sektor kelautan dan perikanan Kalimantan Timur menunjukkan kontribusi ekonomi yang semakin signifikan. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim mencatat, total nilai ekspor produk perikanan daerah berhasil menembus Rp423 miliar pada tahun 2024.
Tidak hanya kuat dari sisi nilai, jangkauan pasar produk laut dari Benua Etam juga sangat luas, berhasil menembus setidaknya 11 negara di tiga benua berbeda.
Kepala DKP Kaltim, Irhan Hukmaidy, menyatakan bahwa orientasi sektor perikanan saat ini memang diarahkan untuk menggarap pangsa pasar ekspor.
Didominasi Komoditas Udang Windu
Dari total nilai ekspor sebesar Rp423 miliar dengan volume 2.785 ton pada tahun lalu, komoditas udang windu menjadi primadona utama.
Udang windu menyumbang nilai sebesar Rp267,1 miliar, atau lebih dari 63 persen dari total keseluruhan. Menurut Irhan, kualitas dan nilai jualnya yang tinggi menjadi alasan utama.
“Udang windu sebagai penyumbang terbesar karena kualitas dan nilai jualnya berbasis standar dolar Amerika Serikat,” ungkap Irhan di Samarinda, Senin (25/8/2025).
Tren positif ini berlanjut di tahun 2025. Hingga Juli, dari total sementara ekspor perikanan sebesar Rp256 miliar, udang windu sudah menyumbang Rp164,4 miliar.
Menjangkau Pasar Asia, Amerika, hingga Eropa
Keberhasilan sektor perikanan Kaltim juga terlihat dari luasnya jangkauan pasar internasional yang berhasil ditembus.
Produk-produk laut Kaltim telah merambah ke berbagai negara di Asia, Amerika, dan Eropa. Beberapa negara tujuan utama ekspor tersebut antara lain Vietnam, Amerika Serikat, Inggris, dan Korea Selatan.
Selain itu, pasar lain yang juga menjadi tujuan adalah Jepang, Tiongkok, Hong Kong, Filipina, Malaysia, Taiwan, dan Singapura.
Diversifikasi Produk dan Potensi Masa Depan
Meskipun udang windu mendominasi, sejumlah komoditas lain juga menjadi andalan ekspor. Di antaranya adalah udang pink, udang putih, ikan bawal putih segar, serta ikan kerapu segar.
Irhan menambahkan bahwa pihaknya juga terus menjajaki peluang ekspor untuk produk baru, salah satunya adalah kerang dara atau todai. Ia juga menyoroti potensi besar lainnya dari laut Kaltim.
“Rumput laut juga berpotensi besar sebagai salah satu sumber pangan masa depan,” jelasnya.
Irhan menegaskan, sektor perikanan Kaltim siap menjadi garda terdepan dalam penyediaan protein hewani. Menurutnya, potensi maritim Indonesia sangat besar untuk terus dikembangkan.
“Potensi perikanan di Indonesia cukup besar, baik melalui perikanan tangkap maupun budidaya,” tutupnya.



