BENUANTA – Cangkang kerang yang selama ini hanya teronggok menghiasi pantai di Pulau Derawan, kini mulai disulap menjadi sumber penghasilan. Berkat pelatihan dari pemerintah daerah, benda yang dulu terabaikan itu kini menjadi karya seni bernilai ekonomi di tangan warga.
Sebanyak 15 warga setempat, mulai dari ibu hingga bapak rumah tangga, telah dibekali keterampilan baru. Mereka dilatih untuk mengolah kerang menjadi kerajinan tangan dan oleh-oleh khas Pulau Derawan.
Program ini merupakan kolaborasi antara Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Berau. Tujuannya untuk membuka peluang usaha baru di destinasi wisata andalan tersebut.
Dari Penonton Jadi Pemain
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, menegaskan bahwa program ini adalah upaya pemberdayaan agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton. Ia ingin warga menjadi pelaku utama dalam ekonomi pariwisata di daerah mereka sendiri.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penonton di daerah wisata mereka sendiri. Dengan keterampilan ini, mereka bisa menghasilkan produk bernilai jual tinggi,” kata Eva Yunita.
Meski mengakui masih ada tantangan seperti permodalan dan pemasaran, pihaknya berharap ada dukungan lintas sektor. Dukungan dari pemerintah kampung hingga koperasi desa dinilai penting agar usaha ini bisa berkelanjutan.
Pihaknya juga mendorong para peserta untuk terus berlatih dan berproduksi. Menurutnya, produk kerajinan inilah yang nantinya akan menjadi identitas baru bagi Pulau Derawan.
“Keterampilan akan semakin baik jika diasah terus-menerus. Produk dari tangan warga inilah yang nantinya akan memperkuat identitas Pulau Derawan,” tutupnya.



