BENUANTA – Raksasa teknologi Amazon mengambil langkah drastis dalam perombakan struktur organisasinya secara global. Perusahaan tersebut berencana memangkas sekitar 14.000 posisi manajerial dalam waktu dekat.
Keputusan ini diklaim bukan didasari oleh masalah keuangan atau rencana penggantian tenaga kerja dengan kecerdasan buatan. CEO Amazon Andy Jassy menegaskan langkah ini murni bertujuan untuk memerangi birokrasi yang dinilai semakin menghambat.
Ia melihat struktur perusahaan saat ini sudah terlalu gemuk dan memperlambat proses pengambilan keputusan strategis. Amazon berambisi mengembalikan kelincahan operasional mereka layaknya sebuah perusahaan rintisan atau startup.
Memangkas Lapisan Komando
Target utama dari kebijakan ini adalah meningkatkan rasio kontributor individu terhadap manajer setidaknya sebesar 15 persen. Dengan mengurangi lapisan manajemen, perusahaan berharap komunikasi antar lini menjadi lebih cair dan langsung.
Jassy menyoroti budaya kerja yang mulai tidak efisien seperti banyaknya rapat persiapan sebelum rapat yang sebenarnya. Hal ini menurutnya membuang energi dan mengikis rasa kepemilikan karyawan terhadap inisiatif yang mereka kerjakan.
Langkah pengurangan jabatan ini diharapkan selesai pada kuartal pertama tahun ini sebagai bagian dari transformasi budaya kerja. Ia menyampaikan pandangannya tersebut dalam sebuah forum internal perusahaan.
“Kami ingin beroperasi seperti startup terbesar di dunia,” kata Andy Jassy, Minggu (25/1/26).



