BENUANTA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur akhirnya buka suara merespons sorotan tajam publik terkait alokasi anggaran renovasi rumah dinas gubernur yang santer disebut menembus angka fantastis Rp25 miliar. Melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim Muhammad Faisal, pemerintah meluruskan miskonsepsi yang telanjur beredar luas di masyarakat.
Bukan Hanya untuk Satu Fasilitas
Faisal menegaskan bahwa narasi yang menyebut seluruh dana tersebut dihabiskan hanya untuk membedah satu rumah jabatan adalah keliru. Angka tersebut nyatanya dipecah untuk tiga peruntukan utama, yaitu renovasi rumah jabatan gubernur, perbaikan rumah jabatan wakil gubernur, hingga penataan ruang kerja di kantor gubernur.
Dari sisi pembiayaan, dana ini bukanlah gelontoran satu waktu. Skema anggarannya merupakan akumulasi dari beberapa tahap pendanaan yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2024, APBD 2025, APBD Perubahan 2025 atau Anggaran Belanja Tambahan (ABT), serta pergeseran anggaran.
“Ini sudah disiapkan sebelum gubernur dan wakil gubernur yang baru menjabat, sekaligus penyesuaian kondisi bangunan yang sekian tahun tidak ditempati,” urai Faisal memberikan penegasan di Samarinda pada Kamis (9/4/2026).
Rincian Transparan Berbasis Data Inaproc
Guna menjawab kecurigaan publik, Pemprov Kaltim membeberkan transparansi data. Berdasarkan sistem Inaproc Kaltim, total anggaran Rp25 miliar tersebut terbagi ke dalam 57 item belanja yang sangat spesifik. Penggunaannya meliputi jasa perencanaan dan konsultan, rehabilitasi fisik, pemeliharaan tahunan, hingga pengadaan fasilitas baru untuk menyesuaikan kebutuhan.
Berikut adalah rincian pembagian alokasi anggaran berdasarkan data tersebut
- Rumah Jabatan Gubernur Menyedot dana paling besar yakni sekitar Rp12 miliar untuk 35 item kegiatan. Pengerjaannya mencakup rehabilitasi bangunan, pengadaan mebel, peralatan dapur, hingga penyediaan alat pemadam kebakaran.
- Ruang Kerja Kantor Gubernur Mendapat alokasi Rp8,2 miliar khusus untuk 5 item penataan ruang kerja.
- Rumah Jabatan Wakil Gubernur Dialokasikan sebesar Rp4,9 miliar yang terbagi ke dalam 17 item pekerjaan dan perbaikan.
Melalui pemaparan rinci ini, Faisal berharap masyarakat dapat lebih jernih melihat persoalan. Angka Rp25 miliar adalah gabungan dari puluhan kebutuhan logis dan tahapan penganggaran yang panjang demi memulihkan dan mengoptimalkan kembali fasilitas negara yang lama tak berpenghuni secara layak.



