Forum Warga Mahulu Datangi DPRD Kaltim, Keluhkan Ketertinggalan Infrastruktur dan Layanan Publik

Fathur

BENUANTA – Puluhan warga Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Mahulu menggelar aksi damai di Gedung DPRD Kalimantan Timur. Mereka menuntut percepatan pembangunan yang merata, terutama di bidang infrastruktur dan layanan dasar.

Sejak dimekarkan pada 2012, Mahulu dinilai tertinggal jauh dibanding daerah lain di Kaltim. Kondisi jalan rusak, jembatan tak layak, dan minimnya fasilitas kesehatan menjadi keluhan utama warga.

Koordinator forum, Bambang Edy Dharma, menegaskan bahwa infrastruktur jalan menjadi kebutuhan paling mendesak.

“Sudah 13 tahun sejak pemekaran, Mahulu masih terisolasi. Tanpa jalan dan jembatan yang layak, masyarakat kesulitan mengakses pendidikan maupun layanan kesehatan,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Margareta Anjelica Ajai dari Ujoh Bilang. Ia menyoroti buruknya layanan kesehatan, keterbatasan listrik, serta belum meratanya akses air bersih.

“Kami merasa dianaktirikan. Rasanya keadilan sosial masih jauh dari kami,” katanya dengan nada emosional.

Menyikapi aspirasi tersebut, Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti tuntutan warga.

“Kami memahami keresahan masyarakat Mahulu. Aspirasi ini akan kami bawa ke pembahasan bersama Pemprov dan pemerintah pusat,” ujarnya.

Forum berharap tuntutan ini tidak hanya menjadi catatan rapat, melainkan berujung pada kebijakan nyata yang mampu menghapus kesenjangan pembangunan di Mahulu. (Upk/Adv/DPRD Kaltim)

Bagikan:

Baca Juga