Trump Tolak Damai dengan Iran dan Ancam Habisi Seluruh Calon Pemimpinnya

Muflihah

BENUANTA Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pernyataan keras terkait konflik dengan Iran pada Sabtu (7/3/26). Ia secara tegas menolak prospek penyelesaian perang melalui jalur perundingan.

Pernyataan ini dilontarkan di resor mewahnya di Mar-a-Lago Florida. Trump bahkan menyatakan niatnya untuk membunuh setiap individu yang berpotensi menjadi pemimpin tertinggi negara tersebut.

Sikap agresif ini muncul saat kelompok ulama garis keras di Teheran tengah berupaya mencari penerus Ayatollah Ali Khamenei. Proses suksesi yang mendesak itu kini berada di bawah bayang-bayang ancaman pembasmian dari Washington.

“Saya berencana untuk membunuh setiap individu yang memiliki potensi menjadi pemimpin,” ujar Trump.

Sebelumnya muncul spekulasi bahwa tokoh-tokoh kuat Iran tengah mempertimbangkan opsi untuk menyerah. Namun retorika terbaru dari pemimpin Amerika Serikat itu menutup rapat pintu kompromi.

Sinyal Tanpa Ampun

Komentar Trump tidak menyisakan ruang bagi negosiasi diplomatik dengan rezim saat ini. Ia secara terbuka mempertanyakan pihak mana yang berani mengambil alih tampuk kekuasaan di tengah ancaman mematikan tersebut.

Ia juga menyoroti kehancuran ekonomi yang dialami negara kaya minyak itu akibat gempuran tanpa henti. Menurutnya tidak ada lagi yang tersisa untuk dikendalikan oleh pemerintahan baru di Teheran.

“Tidak ada yang tersisa di sana,” tegas Trump.

Bagikan:

Baca Juga