Tragis! Bus Diblokir, Dikawal Polisi, Lalu Dipecat, Akhir Pahit Russell Martin

Fathur

Tragis! Bus Diblokir, Dikawal Polisi, Lalu Dipecat, Akhir Pahit Russell Martin

BENUANTA Karier Russell Martin sebagai pelatih kepala Rangers berakhir dengan cara yang sangat tragis dan dramatis. Ia resmi dipecat pada Senin (6/10/2025), kurang dari 24 jam setelah mengalami insiden mengerikan dengan para penggemar.

Pria berusia 39 tahun itu harus mengakhiri masa jabatannya yang hanya berlangsung selama 17 pertandingan. Serangkaian hasil buruk menjadi alasan utama di balik keputusan klub.

Puncak Amarah Penggemar

Momen terakhir Martin sebagai pelatih Rangers terjadi pada Minggu (5/10/2025) usai laga melawan Falkirk. Hasil imbang 1-1 yang mengecewakan menjadi puncak amarah para suporter yang telah lama frustrasi.

Setelah pertandingan, para penggemar yang marah dilaporkan mencoba untuk menghentikan dan memblokir bus tim yang hendak meninggalkan stadion. Situasi menjadi begitu tegang hingga Martin harus mendapatkan pengawalan khusus dari polisi untuk bisa keluar dari area tersebut.

Rekor Buruk Jadi Alasan Utama

Insiden dramatis itu menjadi penutup dari rapor merah Martin selama 123 hari menukangi Rangers. Di bawah asuhannya, tim raksasa Skotlandia itu terpuruk di peringkat delapan klasemen liga dan tertinggal 11 poin dari puncak.

Ia hanya mampu mempersembahkan satu kemenangan dari tujuh laga di liga. Puncaknya adalah saat Rangers dipermalukan dengan agregat telak 1-9 oleh Club Brugge di babak play-off Liga Champions.

Pihak klub pun akhirnya merilis pernyataan resmi pemecatan. Mereka menyebut bahwa hasil yang diraih tidak sesuai dengan ekspektasi.

“Russell dan stafnya telah bekerja sangat keras. Kami berterima kasih atas usaha mereka dan mendoakan yang terbaik untuk masa depan mereka,” demikian bunyi pernyataan klub.

Bagikan:

Baca Juga