BENUANTA – Nestapa Celtic di panggung Eropa musim ini terus berlanjut. Menjamu Sporting Braga di Parkhead, tim asuhan Brendan Rodgers justru harus menelan kekalahan pahit dengan skor 0-2.
Hasil pada laga Liga Europa, Jumat (3/10/2025) dini hari WIB ini, membuat peluang Celtic untuk lolos dari fase grup semakin tipis. Mereka kini baru mengoleksi satu poin dari dua pertandingan yang telah dijalani.
Blunder dan Gol Kontroversial
Kekalahan Celtic diwarnai oleh sejumlah insiden krusial. Gol pertama Braga yang dicetak oleh Ricardo Horta dari tendangan jarak jauh tidak lepas dari kesalahan antisipasi kiper Kasper Schmeichel.
Gol kedua bahkan tercipta lebih aneh lagi. Bola hasil sapuan yang gagal dari Schmeichel justru membentur rekannya, Gabri Martinez, dan memantul masuk ke gawang sendiri.
Di tengah upaya mengejar ketertinggalan, Celtic sebenarnya sempat mencetak gol melalui Kelechi Iheanacho. Namun, gol tersebut dianulir secara kontroversial oleh wasit dan VAR karena dianggap handball, meskipun tayangan ulang tidak menunjukkan adanya sentuhan tangan.
Rodgers Salahkan VAR
Manajer Brendan Rodgers tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap keputusan wasit yang menganulir gol Iheanacho. Menurutnya, itu adalah momen krusial yang mengubah jalannya pertandingan.
“Saya tidak mengerti mengapa wasit tidak diminta untuk melihatnya. Sama sekali tidak mungkin Iheanacho menyentuh bola itu,” ujar Rodgers.
Meski begitu, Rodgers juga mengakui bahwa timnya kini memiliki masalah besar di lini depan. Tumpulnya serangan menjadi tanggung jawab utamanya untuk segera diperbaiki.
“Sudah terlalu banyak pertandingan di mana kami tidak mencetak gol. Ini adalah tanggung jawab saya untuk menemukan solusinya,” tutupnya.



