BENUANTA – Peran Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Jauh dari sekadar urusan domestik, PKK kini memegang peranan krusial sebagai fondasi dasar atau “mesin pencetak” Sumber Daya Manusia (SDM) unggul. Visi besar menuju Indonesia Emas 2045 sejatinya sangat bergantung pada kualitas pengasuhan dan kesejahteraan di tingkat keluarga.
Kesadaran akan peran vital inilah yang menjadi ruh utama dalam peringatan syukuran Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 yang digelar oleh TP PKK Kabupaten Berau di Ruang RPJPD Bapelitbang, Tanjung Redeb, baru-baru ini.
Mengusung tema besar “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita Wujudkan Indonesia Emas 2045”, peringatan ini bukan sekadar ajang kumpul-kumpul seremonial. Kegiatan ini menjadi momentum untuk menyelaraskan frekuensi bahwa mencetak generasi emas tidak bisa diraih secara instan, melainkan harus dibangun dari sel terkecil masyarakat, yakni keluarga yang sehat dan sejahtera.
Keluarga sebagai Garis Pertahanan Utama Negara
Ketua TP PKK Kabupaten Berau, Sri Aslinda, menegaskan bahwa kader PKK adalah ujung tombak yang berhadapan langsung dengan realitas masyarakat di akar rumput. Ia menuntut seluruh kadernya untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu memberikan pembinaan yang relevan dan berdampak nyata.
“Terus tingkatkan kualitas sumber daya manusia agar pembinaan kepada masyarakat dapat berjalan maksimal dan mampu menciptakan keluarga serta masyarakat yang sejahtera,” ujar Sri Aslinda.
Menurutnya, target Indonesia Emas 2045 dan realisasi Asta Cita hanya akan menjadi angan kosong jika angka stuntingmasih tinggi dan pemenuhan gizi keluarga terabaikan. Di sinilah letak peran strategis PKK. Melalui pendampingan yang intens, PKK hadir untuk memastikan setiap keluarga di Berau memiliki ketahanan pangan, kesehatan, dan pola asuh yang layak bagi tumbuh kembang anak.
Sinergi Menyeluruh Hingga Tingkat Kecamatan
Visi besar PKK ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Berau. Mewakili Bupati Berau, Asisten Administrasi Umum Setda Berau, Maulidiyah, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengingatkan bahwa fokus utama pembangunan daerah saat ini memang bertumpu pada peningkatan kualitas SDM.
“SDM yang berkualitas lahir dari keluarga yang sehat dan sejahtera. Karena itu, kami mengajak seluruh perangkat daerah menjadi pendamping dan motivator dalam mendukung terwujudnya kesejahteraan masyarakat,” tutur Maulidiyah.
Untuk memastikan mesin pencetak SDM ini beroperasi maksimal, Maulidiyah secara khusus memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran pengurus PKK di tingkat kecamatan. Keberhasilan program dari kabupaten sangat bergantung pada eksekusi di lapangan.
Beberapa poin penekanan dari Pemkab Berau untuk pengurus kecamatan meliputi
- Aktif dan Turun ke Lapangan: Pengurus kecamatan tidak boleh hanya menunggu bola, melainkan harus rajin memantau kondisi warga di wilayahnya.
- Pembinaan Berkelanjutan: Wajib membina para kader di tingkat desa/kelurahan agar program yang dijalankan selaras dan tepat sasaran.
- Fokus pada Kesejahteraan: Menjadikan upaya penurunan stunting dan pemberdayaan ekonomi keluarga sebagai indikator utama keberhasilan kerja.
Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan kader di lapangan, TP PKK Kabupaten Berau optimistis dapat melahirkan generasi penerus yang tidak hanya cerdas dan sehat, tetapi juga siap membawa Indonesia mencapai puncak kejayaannya pada 2045 mendatang.



