BENUANTA – Manajer tim nasional Inggris, Thomas Tuchel, secara mengejutkan melabeli timnya sendiri sebagai “underdog” atau tim yang tidak diunggulkan untuk Piala Dunia 2026. Ia beralasan, sejarah panjang tanpa gelar membuat The Three Lions tidak pantas menyandang status favorit.
Pernyataan ini terbilang kontroversial, mengingat Inggris saat ini berada di peringkat empat dunia dan merupakan finalis di dua edisi Piala Eropa terakhir. Namun, Tuchel punya argumen kuat di balik pandangannya.
Bukan Favorit Juara
Menurut Tuchel, sejarah adalah faktor pembeda utama. Ia membandingkan Inggris dengan negara-negara seperti Brasil, Argentina, Spanyol, dan Prancis yang telah berulang kali mengangkat trofi Piala Dunia, sementara Inggris baru sekali pada 1966.
Baginya, rekam jejak juara itulah yang membuat sebuah tim pantas disebut sebagai favorit utama, bukan sekadar tim unggulan.
“Kami akan datang sebagai underdog di Piala Dunia karena kami belum pernah memenangkannya selama puluhan tahun, dan kami akan bermain melawan tim yang telah berulang kali memenangkannya,” ujar Tuchel, Kamis (9/10/2025).
Kekompakan Tim Jadi Syarat Mutlak
Selain faktor sejarah, Tuchel juga memberikan satu syarat mutlak jika Inggris ingin berbicara banyak di turnamen nanti. Syarat tersebut adalah kekompakan dan persatuan tim.
Ia menegaskan, tanpa menjadi sebuah tim yang solid, Inggris tidak akan punya peluang sama sekali. Menurutnya, kesuksesan di level internasional selalu ditentukan oleh seberapa padu sebuah skuad, bukan hanya kualitas individu.
“Jika Anda belum pernah menjuarai Wimbledon, Anda mungkin salah satu favorit, tetapi Anda bukanlah favorit utama. Memang begitulah adanya,” tutupnya.



