Ahmat Fadholi Sebut Pelajar Kaltim Makin Rentan Terpapar Narkoba dan Obat Bebas

Hasyimy

BENUANTA – Masa remaja yang identik dengan fase pencarian jati diri kini dihadapkan pada ancaman serius berupa peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang. Di Kalimantan Timur, kelompok pelajar tercatat semakin rentan terjerumus dalam lingkaran setan ini. Menariknya, pintu masuk menuju penyalahgunaan zat berbahaya tersebut sering kali dipicu oleh masalah psikologis sehari-hari, seperti tekanan pergaulan dan ketidakstabilan emosi.

Ahmat Fadholi Sebut Pelajar Kaltim Makin Rentan Terpapar Narkoba dan Obat Bebas
Ahmat Fadholi Sebut Pelajar Kaltim Makin Rentan Terpapar Narkoba dan Obat Bebas

Penyuluh Narkoba Ahli Muda Ahmat Fadholi mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa faktor kesehatan mental memiliki kaitan erat dengan tingginya kasus penyalahgunaan narkotika di kalangan usia sekolah. Menurutnya, remaja masa kini sangat mudah mengalami stres, kecemasan, hingga overthinking akibat tekanan sosial di lingkungan pergaulan mereka.

Hal Sepele Pemicu Pelarian ke Zat Berbahaya

Fadholi memaparkan bahwa pemicu tekanan mental pada remaja sering kali berasal dari hal-hal yang terkesan sepele di mata orang dewasa. Perasaan insecure atau kurang percaya diri karena perbedaan penampilan fisik maupun gaya hidup dari teman sebaya bisa memicu perasaan tersisih yang berdampak fatal.

“Hal-hal sederhana, seperti merasa berbeda dari teman-temannya karena sepatu atau jilbab yang digunakan, bisa membuat sebagian remaja menjadi baper dan overthinking. Kondisi seperti ini perlu mendapat perhatian karena dapat menjadi celah bagi penyalahgunaan narkotika,” ungkap Fadholi dalam dialog virtual bertema pencegahan narkoba di sekolah pada Senin (8/6/2026).

Di tengah kondisi mental yang rentan dan labil, remaja yang tidak memiliki ketahanan diri serta pendampingan yang tepat akan lebih mudah terpengaruh rayuan untuk mencari pelarian. Pelarian ini kerap kali berujung pada kebiasaan menyalahgunakan obat-obatan bebas yang mudah didapatkan di apotek, mengisap lem, hingga akhirnya terjerumus pada pemakaian narkotika tingkat berat.

Fadholi mengingatkan bahwa obat-obatan yang dikonsumsi tanpa resep dokter dan dosis yang tepat memiliki efek samping yang sama berbahayanya dengan narkotika. Kemudahan akses ini menjadi ancaman nyata yang harus segera ditindaklanjuti.

Pengawasan Berlapis dan Edukasi Pengelolaan Emosi

Menghadapi fenomena pergeseran tren yang mengkhawatirkan ini, Fadholi menekankan pentingnya membekali remaja dengan kemampuan menyaring informasi serta mengelola emosi. Di sinilah peran vital keluarga dan pihak sekolah sangat dipertaruhkan demi menyelamatkan generasi penerus bangsa.

Orang tua dan guru dituntut untuk tidak hanya mengawasi aktivitas fisik anak, tetapi juga harus lebih peka terhadap perubahan psikologis dan kondisi mental mereka. Pendekatan komunikasi yang hangat dan tidak menghakimi sangat diperlukan agar anak merasa aman bercerita mengenai masalah pergaulannya.

Sebagai penutup, Fadholi mengajak seluruh generasi muda di Kalimantan Timur untuk mulai membangun benteng pertahanan diri dari dalam.

“Untuk membentuk badan yang sehat dan pikiran yang sehat, terapkan pola hidup sehat dan jangan lupa untuk selalu bahagia,” pungkasnya.

Bagikan:

Baca Juga