BENUANTA – Real Madrid harus menerima kenyataan pahit gagal mengamankan tiket otomatis ke babak 16 besar Liga Champions. Kekalahan telak 4-2 dari Benfica di Lisbon pada Rabu malam (28/1/26) membuat sang raksasa Spanyol terlempar ke posisi kesembilan klasemen akhir fase liga.
Hasil ini memaksa skuad asuhan Alvaro Arbeloa untuk menempuh jalur panjang melalui babak playoff. Real Madrid kini menunggu hasil undian untuk menghadapi salah satu dari Benfica atau wakil Norwegia, Bodø/Glimt, guna memperebutkan satu tempat di babak 16 besar.
Brace Mbappé yang Berakhir Sia-sia

Kylian Mbappé sebenarnya tampil tajam dengan mencetak dua gol (brace) dalam pertandingan ini. Gol pertamanya melalui sundulan sempat membawa Madrid unggul lebih dulu, dan gol keduanya di babak kedua merupakan koleksi ke-13 miliknya di Liga Champions musim ini.
Namun, ketajaman Mbappé tidak dibarengi dengan solidnya lini pertahanan. Benfica berhasil membalikkan keadaan melalui serangan balik cepat dan eksekusi penalti Vangelis Pavlidis. Upaya Madrid untuk mengejar ketertinggalan selalu membentur tembok kokoh pertahanan lawan yang dikawal kiper Anatolii Trubin.
Drama Dua Kartu Merah dan Gol Langka Kiper

Pertandingan berakhir dengan situasi kacau bagi Real Madrid. Menjelang peluit panjang, mereka harus bermain dengan sembilan orang setelah Raúl Asencio dan Rodrygo diusir keluar lapangan akibat menerima kartu kuning kedua. Asencio dikeluarkan karena pelanggaran, sementara Rodrygo harus mandi lebih awal karena melakukan protes keras kepada wasit.
Penderitaan Madrid ditutup dengan momen langka di masa injury time. Kiper Benfica, Anatolii Trubin, ikut maju dalam situasi bola mati dan berhasil mencetak gol melalui sundulan kepala. Gol tersebut sekaligus mengunci kemenangan 4-2 untuk Benfica dan memastikan Madrid harus berjuang ekstra di babak playoff Februari mendatang.
“Tim kami kalah di Lisbon dan keluar dari posisi 8 besar. Mereka akan menghadapi Benfica atau Bodø/Glimt di babak playoff untuk babak 16 besar,” tulis laporan resmi klub Real Madrid



