Benuanta.id – Potensi perkebunan Kalimantan Timur (Kaltim) tak perlu diragukan lagi. Dinas Perkebunan Kaltim, melalui UPTD-nya, telah menghasilkan berbagai produk berkualitas, seperti gula aren semut, jahe aren, lada putih dan merica, serta pembasmi hama.
“Dinas Perkebunan Kaltim hebat. UPTD-nya sudah menghasilkan berbagai produk siap jual,” kata Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik, usai melakukan pemotongan perdana setek lada di Pembibitan Komoditi Perkebunan Km.41 Loa Janan, Sabtu (2/3).
Namun, Akmal mengingatkan, produksi yang bagus harus diiringi dengan pemasaran yang efektif. Untuk itu, diperlukan kolaborasi dan sinergi antar instansi, seperti Dinas Perkebunan, Dinas Pendidikan, dan Dinas Pariwisata.
“Kolaborasi penting untuk memastikan produk perkebunan memberi manfaat dan keuntungan bagi para petani,” tegas Akmal.
Salah satu contohnya, Akmal mendorong Dinas Perkebunan untuk menjalin kerjasama dengan hotel-hotel di Kaltim. “Titipkan produknya di hotel-hotel. Insyaallah ada yang memanfaatkannya,” ujarnya.
Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ahmad Muzakkir, memaparkan potensi lada dan aren di Kaltim. Tanaman lada di Loa Janan seluas 2.336,21 hektar dengan produksi 2.453,72 ton per tahun.
“Secara keseluruhan, produksi lada di Kaltim mencapai 5.080 ton per tahun,” sebutnya.
Sementara, tanaman aren di Kaltim seluas 33,40 hektar dengan produksi 38,32 ton per tahun atau produktivitas 1.312 kilogram per hektar.
Akmal Malik menaruh harapan besar pada pengembangan lada dan aren di Kaltim. Dengan kolaborasi dan strategi pemasaran yang tepat, produk-produk ini diyakini mampu menggebrak pasar dan meningkatkan kesejahteraan para petani.



