BENUANTA – Barcelona sukses mengamankan posisi puncak klasemen Liga Spanyol setelah menumbangkan tim papan bawah Oviedo dengan skor telak 3-0. Kemenangan ini sekaligus menjaga keunggulan satu poin mereka atas sang rival abadi Real Madrid di jalur perebutan gelar juara.
Pertandingan yang berlangsung di Spotify Camp Nou pada Minggu (25/1/26) ini sempat berjalan alot pada babak pertama sebelum tuan rumah mengamuk usai turun minum. Meski mendominasi penguasaan bola lini depan Blaugrana kesulitan menciptakan peluang bersih di awal laga.
Kebuntuan Pecah di Babak Kedua
Memasuki babak kedua Barcelona akhirnya mampu memecah kebuntuan berkat kesalahan barisan pertahanan lawan dalam melakukan sapuan bola. Dani Olmo yang berada di posisi tepat tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengubah skor menjadi 1-0 pada menit ke-52.
Hanya berselang lima menit gawang Oviedo kembali bergetar setelah Raphinha memanfaatkan blunder fatal dari pemain bertahan David Costas. Pemain asal Brasil itu dengan cerdik melakukan tendangan cip yang melewati jangkauan kiper lawan untuk memperlebar keunggulan.
Gol Salto Lamine Yamal dan Hujan Es
Lamine Yamal menutup pesta kemenangan timnya dengan cara yang sangat spektakuler lewat sebuah gol indah pada menit ke-75. Ia melakukan tendangan salto setelah menerima umpan matang dari Olmo yang membuat seluruh stadion bersorak kagum.
Laga ini berakhir dengan atmosfer yang cukup aneh karena hujan es lebat dan petir mulai mengguyur stadion menjelang peluit panjang. Meski dalam kondisi cuaca ekstrem para pemain tetap mampu menjaga fokus hingga pertandingan benar-benar usai.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Barcelona sebelum mereka mengalihkan fokus ke ajang Liga Champions melawan Copenhagen tengah pekan nanti. Performa solid di babak kedua membuktikan bahwa tim asuhan Hansi Flick memiliki mentalitas kuat untuk terus bertahan di singgasana klasemen.
Barcelona menikmati sebagian besar penguasaan bola tetapi ketika menyangkut tembakan nyata Oviedo berada di atas pada saat pertandingan mencapai titik tengah, tulis Mike Roberts.
Penulis tersebut juga menambahkan bahwa tidak ada cerita lebih lanjut dari permainan ini selain kondisi cuaca yang semakin buruk setelah sepotong keindahan dari Yamal tercipta, ungkapnya.



