BENUANTA – Liam Rosenior baru sepuluh hari menduduki kursi panas pelatih kepala Chelsea. Namun ia mengaku sudah merasa sangat nyaman layaknya berada di rumah sendiri.
Proses adaptasi berjalan jauh lebih cepat dari perkiraan banyak pihak di tengah sorotan tajam media. Pelatih anyar ini merasa keterbukaan seluruh elemen klub menjadi kunci utamanya.
“Kejutan terbesarnya adalah betapa saya merasa seperti di rumah sendiri dan betapa saya disambut dengan baik,” kata Rosenior, Jumat (16/01/26).
Dukungan Penuh Internal
Rosenior resmi ditunjuk pada awal pekan lalu dan langsung dihadapkan pada jadwal kompetisi yang sangat padat. Ia sempat memantau laga kontra Fulham dari tribun sebelum memimpin tim dalam dua pertandingan terakhir.
Salah satunya adalah laga debutnya di Stamford Bridge saat menjamu Arsenal. Meski hasil akhir belum memihak The Blues, Rosenior menyoroti dukungan luar biasa dari orang-orang di sekitarnya.
Ia menyebut transisi kilat ini menjadi lebih mulus berkat sikap positif para pemain dan staf. Menurutnya lingkungan kerja di London Barat saat ini sangat kondusif untuk pendatang baru sepertinya.
“Jujur saja, staf, semua orang yang terlibat di klub di tempat latihan, di stadion tadi malam, para pemain juga, mereka membuat hidup saya sangat mudah. Mereka adalah grup yang hebat untuk dimasuki,” ujarnya.
Optimisme di Tengah Keterbatasan
Tantangan terbesar Rosenior saat ini adalah minimnya waktu latihan di tengah periode kompetisi yang gila. Ia bahkan mengaku hanya memiliki waktu efektif sekitar setengah jam untuk mematangkan aspek fisik dan pola di lapangan.
Walau begitu ia tetap melihat sisi positif pasca kekalahan dari Arsenal yang mengecewakan. Ia bertekad mengejar ketertinggalan dengan memanfaatkan kualitas skuad yang ada.
“Dengan para pemain yang saya miliki di sini, kami dapat membuat kemajuan yang berarti dalam waktu singkat,” tutup Rosenior.



