BENUANTA – Ketergantungan besar Kabupaten Berau pada sektor pertambangan mulai mendapat sorotan serius dari kalangan legislatif.
Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris, meminta Pemerintah Kabupaten Berau segera melakukan transformasi strategis terhadap sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan melirik potensi sektor lain yang lebih berkelanjutan.
Selama ini, struktur pendapatan daerah masih sangat didominasi oleh kontribusi dari sektor pertambangan dan perkebunan.
Padahal, Berau memiliki “harta karun” berupa potensi pariwisata luar biasa yang telah tersohor hingga ke mancanegara.
Sayangnya, Gideon menilai pengelolaan aset wisata tersebut sejauh ini belum menyentuh level maksimal.
“Kita tidak bisa terus bergantung pada sektor tambang. Pariwisata harus mulai dipersiapkan menjadi penopang utama PAD,” tegasnya, Jumat (6/3/2026).
Kekayaan alam Berau, mulai dari wisata bahari dengan pulau-pulau eksotisnya hingga keindahan wisata alam di kawasan hulu dan area konservasi, merupakan modal raksasa yang menunggu sentuhan pengelolaan serius.
Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur pun disebut sebagai momentum emas yang tidak boleh dilewatkan.
Dengan meningkatnya mobilitas penduduk dan tamu negara ke Kaltim, Berau secara otomatis berada di posisi strategis untuk menjadi destinasi wisata unggulan.
Peluang ini harus ditangkap sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menggantikan peran tambang di masa depan.
Politisi Gerindra ini juga mendorong Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau untuk tampil lebih inovatif dalam merancang program pengembangan.
Meski saat ini pemerintah pusat tengah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran, hal tersebut seharusnya tidak menjadi alasan untuk jalan di tempat.
“Sekalipun di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat,” paparnya.
Menurutnya, keterbatasan dana justru harus menjadi tantangan bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk merancang program yang lebih efektif dan berdampak langsung pada peningkatan PAD.
Fokus utama yang perlu dibenahi mencakup perbaikan infrastruktur, aksesibilitas menuju objek wisata, serta kelengkapan sarana pendukung lainnya.
Gideon meyakini, investasi yang tepat di sektor ini akan memberikan dampak berantai yang luas.
“Kalau dikelola dengan baik, pariwisata bukan hanya meningkatkan PAD, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya. (Adv)




