BENUANTA – Perjuangan heroik skuad The Pharaohs harus berakhir dengan air mata pada babak enam belas besar Piala Dunia 2026. Mesir secara menyakitkan ditaklukkan Argentina lewat laga penuh drama di Stadion Atlanta.
Tim asal Afrika tersebut sejatinya tampil memukau dengan menahan gempuran sang juara bertahan sejak menit awal. Mohamed Salah dan kawan kawan bahkan sukses memimpin dua gol hingga pertengahan babak kedua.
Gol pembuka keunggulan tercipta melalui tandukan akurat Yasser Ibrahim pada menit kelima belas. Keunggulan tersebut sukses digandakan oleh Mostafa Zico yang menuntaskan skema serangan balik cepat.
Namun petaka bagi lini belakang Mesir bermula saat Cristian Romero mencetak gol balasan lewat sundulan tajam. Momentum pertandingan seketika berbalik usai Lionel Messi sukses menyamakan kedudukan memanfaatkan kemelut di depan gawang.
Puncak tragedi terjadi saat masa tambahan waktu ketika Enzo Fernandez mencetak gol ketiga bagi tim tango. Gol pembalik keadaan ini sontak memicu kemarahan besar dari seluruh jajaran pemain dan pelatih Mesir.
Mereka menilai telah terjadi pelanggaran keras terhadap Mohamed Salah sebelum proses gol pamungkas tersebut tercipta. Protes yang memanas ini bahkan berujung pada kartu merah bagi salah satu staf pelatih yang merangsek masuk ke lapangan.
Kubu Mesir merasa sangat dirugikan karena pengadil lapangan Francois Letexier sama sekali tidak meninjau insiden tersebut melalui tayangan ulang. Menurut mereka keputusan sang wasit benar benar merampas kemenangan tim yang sudah berjuang keras sepanjang pertandingan.
“Ada pelanggaran pada proses gol tersebut yang diabaikan oleh wasit,” tegas salah satu ofisial timnas Mesir pada Rabu (8/7/26).
“Keputusan ini jelas merampok kerja keras kami,” pungkasnya.



