BENUANTA – Manajer Barcelona, Hansi Flick, menyampaikan penyesalan mendalam atas perilaku liarnya di pinggir lapangan akhir pekan lalu. Pelatih asal Jerman itu mengaku malu jika cucu-cucunya harus melihat sang kakek bertingkah buruk di televisi.
Seperti diketahui, Flick mendapat kartu merah saat laga melawan Girona. Ia diusir wasit setelah kedapatan melakukan tepuk tangan sarkastik kepada ofisial dan membuat gestur tak pantas saat merayakan gol kemenangan timnya.
Akibat ulahnya itu, Flick terancam harus absen mendampingi timnya dari tribun penonton saat laga krusial El Clasico melawan Real Madrid akhir pekan nanti.
Janji Akan Berubah
Dalam konferensi pers jelang laga Liga Champions, Flick berbicara jujur tentang perasaannya. Pelatih berusia 60 tahun itu merasa perilakunya sudah kelewat batas dan berjanji akan berusaha mengubahnya demi keluarganya.
“Saya tidak suka melihat diri saya dalam keadaan seperti itu di televisi,” kata Flick, Selasa (21/10/25).
Baginya, citra buruk itu lebih mengkhawatirkan daripada sanksi larangan mendampingi tim. Ia secara spesifik menyebut tidak ingin memberi contoh buruk bagi cucu-cucunya.
“Saya tidak ingin cucu-cucu saya melihat kakek mereka seperti itu. Jadi saya mungkin harus mengubah perilaku saya,” tegasnya.
Meski demikian, Flick menyebut ledakan emosinya itu terjadi karena kecintaannya pada Barcelona. Ia merasa klub asal Catalan itu telah mengubah karakternya dari sosok yang tenang menjadi jauh lebih emosional.
“Klub ini telah mengubah saya sepenuhnya,” pungkasnya.



