Fenerbahçe Resmi Umumkan Berpisah dengan José Mourinho

Fathur

Fenerbahçe Resmi Umumkan Berpisah dengan José Mourinho

BENUANTA – Klub raksasa Turki, Fenerbahçe, secara mengejutkan mengumumkan perpisahan dengan pelatih kepala mereka, José Mourinho. Keputusan ini datang hanya dua hari setelah tim gagal lolos ke fase grup Liga Champions.

Manajer asal Portugal yang dijuluki ‘The Special One’ tersebut dipastikan tidak akan melanjutkan perannya di klub. Kabar ini pertama kali dilaporkan sebagai berita ‘BREAKING’ oleh pakar transfer Fabrizio Romano pada hari Jumat (29/8/2025).

Kegagalan di Liga Champions Jadi Pemicu

Pemicu utama di balik keputusan ini diyakini adalah kegagalan Fenerbahçe di babak play-off Liga Champions. Pada Rabu malam, mereka takluk 0-1 dari Benfica di leg kedua, yang membuat mereka tersingkir dengan agregat 0-1.

Kekalahan tersebut memastikan Fenerbahçe kembali harus puas hanya berlaga di Liga Europa musim ini, sebuah hasil yang tampaknya tidak dapat diterima oleh manajemen klub.

Friksi Internal dengan Petinggi Klub

Selain kegagalan di lapangan, retaknya hubungan antara Mourinho dan petinggi klub juga diduga menjadi faktor penting. Sebelum laga krusial melawan Benfica, Wakil Presiden Fenerbahçe, Hamdi Akin, dengan percaya diri menyebut timnya akan menang “dengan mudah”.

Saat dikonfirmasi mengenai komentar tersebut, Mourinho memberikan jawaban yang sangat tajam dan dingin, mengindikasikan adanya friksi internal.

“Percaya atau tidak, tapi saya tidak tahu siapa dia. Saya tidak kenal orang ini, maupun pengaruhnya… Tidak ada yang pernah memperkenalkan saya padanya,” ujar Mourinho.

Rapor Mourinho Selama di Turki

José Mourinho bergabung dengan Fenerbahçe pada musim panas 2024, enam bulan setelah ia dipecat oleh AS Roma.

Selama masa jabatannya yang hanya berlangsung sekitar 15 bulan, ia berhasil membawa tim finis sebagai runner-up di liga domestik musim lalu.

Namun, ia gagal mempersembahkan satu pun trofi. Fenerbahçe tersingkir di perempat final Piala Turki dan di babak 16 besar Liga Europa musim lalu.

Kombinasi dari kegagalan meraih trofi, kegagalan lolos ke Liga Champions, dan hubungan yang tidak harmonis dengan jajaran manajemen diyakini menjadi penyebab berakhirnya era singkat Mourinho di Turki.

Bagikan:

Baca Juga