BENUANTA – Gemuruh takbir menggema di Lapangan Pemuda, Tanjung Redeb, pada Jumat (21/11/2025) malam. Ribuan masyarakat Berau tumpah ruah memadati lokasi tersebut hingga menciptakan lautan manusia.
Antusiasme tinggi ini tak lepas dari kehadiran pendakwah kondang, Ustaz Abdul Somad (UAS). Kehadiran UAS kali ini menjadi puncak peringatan Hari Jadi ke-72 Kabupaten Berau dan ke-213 Kota Tanjung Redeb.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menyambut hangat kedatangan UAS yang tercatat sebagai kunjungan keduanya ke Bumi Batiwakkal.
“Selamat datang kembali kepada Ustaz Abdul Somad. Kehadiran beliau menjadi kesyukuran bagi kita semua dalam memaknai Hari Jadi tahun ini, sekaligus mempertebal persaudaraan umat Islam,” ujar Sri Juniarsih.
Demi Kondusifitas
Dalam sambutannya, Sri Juniarsih menjelaskan alasan di balik format perayaan yang berbeda tahun ini. Jika biasanya HUT Berau dimeriahkan dengan pesta rakyat seperti Expo Berau atau Manutung Jukut (bakar ikan massal), tahun ini pemerintah memilih pendekatan yang lebih religius.
Keputusan ini diambil menyusul arahan Kementerian Dalam Negeri untuk membatasi kegiatan seremonial besar demi menjaga stabilitas keamanan daerah. Sebagai gantinya, pemerintah menggelar Tabligh Akbar dan menyebar pasar murah di 13 kecamatan.
“Demi menjaga kondusifitas masyarakat Berau, tahun ini kami memilih menggelar Tabligh Akbar. Selain lebih meneduhkan, kegiatan ini juga membawa pesan kebaikan bagi kita semua,” terangnya.
Meski demikian, nuansa perayaan tetap terasa karena acara ini juga dirangkai dengan penutupan Hari Ikan Nasional yang digawangi Dinas Perikanan.
Pesan Persatuan
Bupati mengajak seluruh warga untuk mensyukuri usia daerah dengan menjaga kedamaian dan mengelola sumber daya alam secara bijak. Ia juga menitipkan pesan khusus bagi para orang tua.
“Saya menitipkan anak-anak kita untuk dijaga dan dididik dengan baik agar menjadi generasi yang berhasil, baik di dunia maupun di akhirat,” harapnya.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, UAS membius ribuan jemaah dengan pesan-pesan moral yang menyejukkan. Ia mengingatkan pentingnya menjaga silaturahmi dan menjauhi sifat sombong.
“Jangan merasa diri lebih hebat atau lebih kaya. Pertemuan ini mengingatkan kita semua berasal dari tanah,” pesan UAS.
Ia menekankan bahwa sekecil apapun kebaikan, tetap memiliki nilai di hadapan Tuhan. “Menjaga silaturahmi itu penting karena hidup kita memerlukan bantuan orang lain,” pungkasnya. (Adv)




