Baru 24 Persen Terlindungi, Pemkab Berau Luncurkan Program Gotong Royong Lindungi Pekerja Rentan

Fathur

BENUANTA Sebuah fakta memprihatinkan terungkap dari sektor ketenagakerjaan di Kabupaten Berau. Dari 67 ribu pekerja rentan yang terdata, baru sekitar 24 persen atau 15 ribu orang yang telah terlindungi program jaminan sosial.

Menyikapi kesenjangan besar ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau meluncurkan program gotong royong. Program ini bertujuan untuk memberikan jaminan keselamatan bagi puluhan ribu pekerja rentan yang belum ter-cover.

Kelompok pekerja rentan ini mencakup para pelaku usaha UMKM, marbot masjid, pemuka agama, nelayan, hingga petani. Mereka adalah kelompok yang sangat berisiko mengalami kecelakaan kerja namun tidak memiliki jaring pengaman sosial.

Skema Gotong Royong Libatkan Perusahaan

Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said, menjelaskan bahwa solusi yang ditempuh adalah kolaborasi. Pemkab kini mengajak 100 perusahaan di Berau untuk ikut serta melindungi para pekerja rentan melalui dana tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).

Melalui skema gotong royong ini, perusahaan diharapkan dapat membiayai iuran BPJS Ketenagakerjaan para pekerja yang hanya sebesar Rp16.800 per orang setiap bulannya.

“Ini gotong-royong untuk mengurangi beban masyarakat,” kata Said saat sosialisasi program, Kamis (24/7/2025).

Said bahkan secara tegas mengingatkan para perusahaan akan tanggung jawab sosial mereka. “Kan sudah mengambil keuntungan SDA di Berau, jadi mari bantu kami menyelesaikan persoalan ini,” pintanya.

Akses dan Informasi Jadi Kendala

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau, Zulkifli Ashari, menambahkan bahwa rendahnya cakupan BPJS Ketenagakerjaan juga disebabkan oleh kendala akses. Menurutnya, informasi mengenai program ini seringkali tidak sampai ke masyarakat di pelosok kampung.

Oleh karena itu, pemerintah kini terus berupaya menyederhanakan pola pendaftaran agar jangkauannya semakin luas. Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Berau, Mulyana, menegaskan bahwa tujuan utama program ini adalah murni untuk kesejahteraan.

“Niat kami hanya ingin keluarga di rumah tidak risau ketika kepala keluarganya keluar rumah untuk bekerja,” tutupnya.

Bagikan:

Baca Juga