Fokus Edukasi dan Mitigasi, LPBI NU dan BPBD Kaltim Jalin Kerjasama

Fathur

Fokus Edukasi dan Mitigasi, LPBI NU dan BPBD Kaltim Jalin Kerjasama

BenuantaLembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Nahdlatul Ulama (NU) menjalin Nota Kesepahaman dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim, Kamis (12/12). Nota kesepahaman ini menitikberatkan pada edukasi, mitigasi, dan penanggulangan bencana serta krisis iklim yang semakin marak terjadi di Kalimantan Timur.

Ketua LPBI NU Kaltim, Ellyansyah Kasthan, menjelaskan bahwa langkah awal setelah penandatanganan ini adalah melaksanakan edukasi penanggulangan bencana kepada para peserta didik, khususnya para santri di pondok pesantren.

“Para anak didik sangat perlu untuk dilatih, misalnya dalam penanggulangan bencana kebakaran dan banjir,” ucap Ellyansyah.

Hal ini patut dilakukan, lanjut Ellyansyah, karena mengingat di Indonesia banyak terdapat warga Nahdiyin.

“Program pertama kita akan melakukan pelatihan relawan kepada anak didik santri, PCNU se-Kaltim, GP Ansor, Banser, PMII, Ikatan Putra NU, dan Pagar Nusa. Kita fokus melatih dasar rescue kebencanaan,” bebernya.

Ellyansyah juga menjelaskan bahwa tujuan LPBI ini difokuskan di lapangan karena ingin menunjukkan eksistensi organisasi yang tidak hanya soal agama.

“Kita ingin terjun menunjukkan bahwa kita bukan hanya kelompok elite. Tetapi https://avana.id kita juga ada dan terjun ke masyarakat secara langsung, agar tergerak hatinya,” tegasnya.

Selain penanggulangan bencana dasar, LPBI juga memiliki cakupan kerja yang lebih luas. Misalnya, persoalan eks galian tambang batubara di Kaltim yang sudah menelan puluhan korban jiwa.

“Persoalan tambang tidak ada yang bisa menangani kecuali ada perhatian lebih dari lembaga tertentu. Di mana saja, nanti akan kita petakan, khususnya yang membahayakan,” kata Ellyansyah.

Ellyansyah juga menekankan bahwa organisasi yang dinahkodainya ini akan melakukan pelaporan dari setiap kegiatan ekstraktif yang membahayakan atau tidak sesuai dengan kemaslahatan umat dan lingkungan.

“Bahkan jika diberi kepercayaan, kita siap melakukan reklamasi karena kita memiliki tenaga ahli. Pada intinya, kita akan fokus pada penanganan pencegahan, pasca bencana, dan pencegahan krisis perubahan iklim,” pungkasnya.

Bagikan:

Baca Juga