Benuanta.id – Bulan Ramadan tak hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga kesempatan untuk mengembangkan potensi dan kreativitas generasi muda. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menghadirkan Festival Pemuda Kreatif Ramadan II sebagai panggung ekspresi bagi anak muda daerah.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan ruang terbuka bagi pemuda untuk menyalurkan minat dan bakat mereka secara positif, terutama di bulan suci yang penuh makna.
“Insyaallah dalam waktu dekat kita akan menggelar Festival Pemuda Kreatif Ramadan yang kedua. Ini adalah upaya kami agar pemuda Kukar tetap produktif dan kreatif selama Ramadan, sekaligus mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat,” ujar Aji.
Festival ini akan diselenggarakan di halaman parkir Pendopo Bupati Kukar, dan akan melibatkan berbagai elemen komunitas kreatif, mulai dari seni musik Islami, tari tradisional dan kontemporer, lomba kaligrafi, pameran produk UMKM pemuda, hingga peragaan busana muslim yang menampilkan karya desainer muda daerah.
Aji menekankan bahwa banyak pemuda Kukar yang memiliki bakat luar biasa, namun belum memiliki cukup ruang untuk tampil dan dikenal lebih luas. Melalui festival ini, Dispora berharap bisa menjadi jembatan bagi pemuda yang ingin mengembangkan diri dan membangun koneksi antar komunitas.
“Kami ingin memberi wadah seluas mungkin untuk menunjukkan potensi mereka. Tidak hanya hiburan, tapi juga edukasi, kolaborasi, dan promosi karya anak muda lokal,” jelasnya.
Lebih dari sekadar ajang pertunjukan, festival ini juga menjadi bentuk pembinaan berkelanjutan. Dispora berencana menjadikan kegiatan ini sebagai agenda rutin tahunan yang dapat berkembang menjadi ikon kegiatan kreatif religius di Kukar.
“Dalam jangka panjang, kami ingin acara seperti ini menjadi bagian dari pembinaan pemuda secara berkesinambungan. Kita tidak ingin kreativitas mereka hanya muncul sesekali, tetapi menjadi bagian dari identitas pemuda Kukar yang aktif, produktif, dan inspiratif,” tutup Aji.
(Mam/Adv/DiskominfoKukar)



