Dukung Ekonomi Berkelanjutan, Pemkab Berau Pastikan 77 Kampung Rasakan Manfaat Dana Karbon

Fathur

BENUANTA – Komitmen Pemerintah Kabupaten Berau dalam mewujudkan ekonomi hijau mulai menampakkan hasil nyata. Sebanyak 77 kampung tercatat telah menerima manfaat langsung dari dana karbon dengan nilai total mencapai Rp350 juta.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Kabupaten Berau Muhammad Said saat membuka sosialisasi dokumen final Integrated Area Development (IAD) pada areal perhutanan sosial. Kegiatan strategis ini berlangsung di Hotel Makmur, Selasa (11/11/2025).

Hutan Hasilkan Cuan

Said menjelaskan bahwa dana karbon merupakan bentuk insentif atas kontribusi masyarakat dalam menurunkan emisi dan menjaga kelestarian hutan. Program ini menjadi bukti bahwa upaya konservasi dapat berjalan beriringan dengan keuntungan finansial.

Saat ini, luas perhutanan sosial di Bumi Batiwakkal telah mencapai angka fantastis, yakni 98 ribu hektare. Besarnya luasan ini menuntut kerja sama sinergis lintas sektor agar pengelolaannya tetap optimal.

“Kami harapkan bersama pengelolaan perhutanan sosial ini memiliki dampak positif dan memberikan kepastian berusaha bagi masyarakat,” ujarnya.

Kepastian Hukum

Dalam kesempatan tersebut, Said menegaskan pentingnya dokumen IAD sebagai peta jalan. Dokumen ini memberikan kepastian berusaha bagi masyarakat dengan pembagian kawasan yang jelas, sehingga warga paham batasan dan cara pengelolaannya.

Konsep utamanya adalah memberikan hak kelola kepada masyarakat melalui perizinan berusaha perhutanan yang legal.

Lebih jauh, dokumen final IAD ini memiliki posisi vital dalam perencanaan pembangunan daerah. Said menyebut dokumen ini akan menjadi salah satu fondasi dalam menyusun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) maupun Jangka Menengah (RPJMD).

Peresmian dokumen ini diharapkan menjadi tonggak sejarah bagi pembangunan inklusif di Berau. Tujuannya menyeimbangkan perlindungan lingkungan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Adv)

Bagikan:

Baca Juga