Disdikbud Kaltim Wajibkan Guru Kuasai Teknologi Pendidikan Digital

Hasyimy

BENUANTA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur memberikan penegasan kepada seluruh tenaga pendidik untuk segera beradaptasi dengan kemajuan zaman. Penguasaan teknologi dan pemanfaatan platform digital di ruang kelas kini menjadi kewajiban mutlak yang tidak bisa lagi ditawar.

Hal tersebut diwujudkan melalui sosialisasi pemanfaatan platform Rumah Pendidikan yang diselenggarakan secara daring baru-baru ini. Ratusan guru dari berbagai jenjang pendidikan mulai dari SMA, SMK, hingga SLB dilibatkan dalam pelatihan intensif untuk mengubah metode mengajar konvensional menjadi lebih modern dan memikat.

Kepala UPTD Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan Disdikbud Kaltim Muchamad Awaludin menegaskan bahwa literasi digital harus diimplementasikan secara nyata. Pemanfaatan aplikasi pendidikan dirasa sangat penting agar proses belajar mengajar tidak membosankan.

“Pemanfaatan aplikasi pendidikan ini perlu terus didorong agar proses pembelajaran siswa semakin kreatif efektif serta inovatif,” ujarnya melansir laman resmi Disdikbud Kaltim pada Senin (11/5/26).

Bukan Sekadar Wacana

Selama masa pelatihan para peserta mendapatkan bimbingan teknis untuk memaksimalkan berbagai perangkat lunak kekinian. Mereka diajarkan cara mengintegrasikan Google, Canva, beserta platform Rumah Pendidikan guna meracik suasana belajar yang lebih interaktif bagi para peserta didik.

Awaludin juga menyoroti pentingnya optimalisasi fasilitas teknologi yang telah didistribusikan oleh pemerintah ke berbagai sekolah. Ia berharap aset-aset tersebut benar-benar dimaksimalkan untuk melahirkan metode pembelajaran baru, bukan sekadar menjadi barang pajangan.

Pemerintah Provinsi Kaltim menaruh harapan besar agar peningkatan kualitas guru ini berdampak langsung pada prestasi siswa di seluruh daerah. Langkah ini menjadi bukti bahwa dunia pendidikan daerah siap bersaing di era modern.

“Guru masa kini wajib siap menghadapi tantangan zaman. Transformasi pendidikan digital harus menjadi aksi nyata bukan sekadar wacana,” tegasnya.

Bagikan:

Baca Juga